PILKADES : Sekda dr Singgih Setyono MMR didampingi Asisten 2 Windu Sunardi dan Camat Karangawen HM Syahri saat meninjau pelaksanaan Pilkades di Desa Brambang, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PILKADES : Sekda dr Singgih Setyono MMR didampingi Asisten 2 Windu Sunardi dan Camat Karangawen HM Syahri saat meninjau pelaksanaan Pilkades di Desa Brambang, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak di 54 desa yang tersebar di 14 kecamatan menjadi perhatian khusus Pemkab Demak. Untuk memastikan Pilkades tahap kedua ini berjalan aman dan lancar, Bupati HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono MMR melakukan pantauan, Minggu (1/10) kemarin. Ikut pula, Asisten 1 AN Wahyudi dan Asisten 2 Windu Sunardi dan Kabag Tata Pemerintahan Edy Suntoro.

Di sela pantauan di Kecamatan Karangawen dan Mranggen, Sekda dr Singgih Setyono mengatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkades kali ini di atas 80 persen. Karena itu, pihaknya mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat tersebut. Terkait dengan money politics atau sedekah politik, semua itu dikembalikan ke panitia Pilkades di desa, pihak calon kades dan terkait lainnya. Bila itu tidak dipersoalkan, maka tidak menjadi masalah.

“Panitia pelaksana Pilkades adalah masing masing desa. Kabupaten hanya bersifat memfasilitasi dan memonitor jalannya Pilkades. Aturan Pilkades sudah jauh hari disosialisasikan ke desa lewat kecamatan serta telah dianggarkan di desa,” katanya.

Asisten 2 Windu Sunardi mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan Pilkades. “Kami monitor terus,” katanya.

Pantauan koran ini, warga sejak pagi hingga siang hari antusias mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Bahkan, banyak calon kades yang memfasilisitasi mobil angkot untuk mempermudah pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS. Ada juga yang menyediakan doorprize kendaraan bermotor serta memberikan uang sebagai sedekah politik. Untuk sedekah politik (antara Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta per suara) sulit hilang dan diberikan saat serangan fajar atau malam hari menjelang pemilihan.

Sementara itu, dalam Pilkades ini, tingkat persaingan antar calon di setiap desa berbeda beda. Kalau yang calonnya pasangan suami istri, iklim politik biasa biasa saja. Di Desa Klitih, Kecamatan Karangtengah misalnya, penghitungan suara dilaporkan relatif cepat. Dari sekitar 2 ribu suara, seribu di antaranya tidak menggunakan hak pilihnya.

Meski demikian, hal ini dinilai wajar karena calon kades masih suami istri. Namun, jika yang nyalon kades aneka macam warga, termasuk calon kades sesama mantan kades, maka persaingan meraih kursi jabatan kades sangat ketat dan cenderung panas. (hib/ida)