33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Tinggal 4 Warga yang Produksi Batik

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KOTA Semarang memiliki kampung pusat home industry batik, yakni Kampung Batik Gendong, Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur.  Kampung Batik ini berada disamping Bundaran Bubakan atau sebelah timur Jurnatan. Kampung ini memiliki sejarah pada masa penjajahan Jepang. Saat pecah pertempuran lima hari di Semarang sejak 16 Oktober 1945, kampung ini hangus terkena meriam.

“Kampung sini hancur, orang sini pada lari keluar daerah. Ada yang ke Pekalongan dan Lasem,” cerita Ida Purwati, 52, warga Batik Gedong 435,  RW 2 Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (1/10) kemarin.

Menurut Ketua RW 2 ini, bertahun-tahun pembatik di wilayahnya mati suri. Baru kembali aktif pada masa Pemerintahan Wali Kota Sukawi Sutarip.  “Pada 2006, Bu Sinto (istri Sukawi Sutarip, Red) keliling kampung batik sini, akhirnya dihidupkan lagi. Kini, meluas ke Semarang Timur dan Kota Sematang. Kita dijadikan sentra kampung batik,” jelasnya.

Setidaknya, di Kota Semarang ini sudah banyak ratusan motif batik asli Kota Semarang. Di antaranya, batik blekok, asem arang, warag ngendog, ikan bandeng, lumpia dan Tugu Muda dan Lawang Sewu.

Diakuinya, warga kampung ini sebenarnya sudah banyak yang bisa membatik. Namun jika pesanan banyak, para perajin menggandeng perusahaan batik luar daerah, salah satunya Pekalongan.  “Kalau motif memang asli Semarang. Kalau ada order banyak kita join sama perusahaan luar untuk membuat,” katanya.

Ida mengakui, warga setempat masih terkendala tidak memiliki tempat untuk produksi, mulai tempat penjemuran hingga pembuangan limbah. Sehingga perajin batik yang membuat usaha sendiri hanya dalam kapasitas kecil.

“Yang paling rawan kan pembuangan limbah. Kita tidak punya pengolahannya. Mau dialirkan di mana? Sebab, kalau buang limbah sembarangan nanti dikomplain warga. Yang sudah punya pembuangan sendiri ya Pak Eko,” ujarnya.

Salah satu perajin batik  di kampung itu, Tri Utomo,  menambahkan, saat ini ada 10-an warga setempat yang menjual batik. “Di sini ada 10-an outlet batik. Dari 10 warga itu, 4 penjual dan 6 penjual sekaligus perajin batik.

Menurutnya, pada intinya perajin batik harus memiliki motivasi untuk menciptakan motif  batik baru. Hal ini untuk mengimbangi motif batik baru dari daerah lain. Pihaknya berharap kepada pemerintah tak hanya memberikan ruang pameran, pemkab harus memberikan spirit terkait penciptaan motif batik.(mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...