33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Komitmen Perangi Hoax

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

MAGELANG–Bertempat di Balroom Hotel Atria Magelang, akhir pekan lalu, berlangsung pelantikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang. Ketua PWI Kota Magelang, Adi Daya Perdana, menyampaikan, pelantikan bersamaan dengan peringatan G30S/PKI. “Kami memilih hari ini (Sabtu, 30 September 2017), sebagai gerakan awal memerangi berita hoax.

Yang menarik, nuansa tradisional Jawa sangat kental mengiringi kegiatan tersebut. Pelantikan diawali kirab seluruh pengurus, dipimpin cucuk lampah seniman kenamaan Magelang: Eka Pradaning. Rangkaian dilanjutkan dengan pelantikan oleh Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Mahmud, di hadapan tamu undangan serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Magelang. Para pengurus tampak khidmat mengikuti prosesi.

Amir menyampaikan, pihaknya telah melantik pengurus PWI di 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah. “Pelantikan ini jadi yang paling unik dan megah. Jujur saja, kreasi, gagasan dan ide teman-teman wartawan Kota Magelang sangat mengejutkan,” puji Amir. Karenanya, Amir berharap, PWI Kota Magelang tidak hanya berbeda dalam hal pelantikan saja. Tapi juga dari anggotanya.

Masih menurut Amir, rata-rata anggota PWI Kota Magelang wartawan muda. Ia menilai, fenomena ini menjadi sebuah keunggulan tersendiri. “Salah satu parameter dari organisasi yang berdaya tarik dan seksi, adalah menciptakan magnet bagi kalangan muda. Nah, PWI saat ini tengah berusaha menjawab fenomena tersebut.”

Terkait komitmen memerangi berita hoax yang dicanangkan pengurus PWI Kota Magelang, Amir mengaku sependapat. Lanjutnya, hoax adalah musuh bersama. Karena tidak hanya bersumber dari media mainstream, tapi juga dari media sosial yang digunakan khalayak. Untuk itu, Amir mengajak para wartawan muda yang dinamis, untuk tidak bergerak dengan jurnalisme yang terlalu bergegas. “Sebab berpotensi menciptakan celah hukum yang akan tinggalkan luka.” Kata Amir, dalam menjalankan profesi jurnalistik, kepercayaan masyarakat sama sekali tidak boleh dikesampingkan. Dua parameter lainnya adalah akuntabilitas dan disiplin verifikasi.

“Tapi, kepercayaan masyarakat ini memang yang paling penting. Berita yang baik, bukan sekadar soal sensasi, tapi bisa ikut mengembangkan daerah, agar semakin tumbuh dan maju.” Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, yang hadir dalam agenda tersebut, mengungkapkan peranan media yang begitu penting di wilayahnya. Ia tidak memungkiri, keberadaan media selama ini sangat membantunya.

“Selama saya menjabat, saya sangat nyaman dan terbantu oleh media. Ketika informasi yang disampaikan seimbang, bertanggung jawab dan mencerdaskan masyarakat, maka hasil akhirnya pun akan baik.” (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ayo Biasakan Berkendara Aman

SEMARANG – Berkomitmen untuk melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat, PT Total Oil Indonesia, produsen pelumas asal Perancis gandeng Universitas Diponegoro (Undip) adakan sosialisasi Safe...

Fly Over di Simpang Canguk

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Simpang Canguk, Wates Magelang Utara merupakan salah satu tempat yang sering dilanda kemacetan. Pemerintah berencana membangun jembatan layang (fly over) dan...

Pertarungan Alat Bukti Harus Kuat

SALATIGA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Panitia Pengawas (Panwas) di Hotel Grand Wahid Salatiga, 26-27 Februari 2017. Rakor ini...

Operasi Pasar Harus Tepat Sasaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan operasi pasar bisa dilakukan di titik-titik yang lebih luas dan lebih tepat sasaran. Sehingga pergerakan...

Hadir di Kebonagung, Telkomsel Wujudkan Desa Pinter

UNGARAN–Telkomsel meresmikan beroperasinya base transceiver station (BTS) di daerah perbukitan Desa Kebonagung, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Dengan beroperasinya BTS tersebut, Telkomsel mendukung terwujudnya Desa...

Bekali Keterampilan Tata Boga dan Kenakan Hijab

SEMARANG – Indah (bukan nama sebenarnya) tampak puas setelah mengenakan hijab. Beberapa kali ia melakukan foto selfie dengan kamera ponselnya. Pekerja seks komersial (PSK)...