33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Ingin Jangkau 36 Ribu Naker

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MAGELANG–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Magelang menargetkan 36.539 tenaga kerja (naker) di Magelang terdaftar menjadi peserta pada 2017. Hingga saat ini, pihaknya sudah mengcover sekitar 76.465 pekerja. Terdiri atas 2.935 perusahaan, baik skala kecil maupun besar.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang, B. Gunawan Wibisono mengatakan, jika target itu terpenuhi, pihaknya bisa menjadi jembatan menuju kesejahteraan pekerja, melalui program-programnya. Meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

“Program ini tidak hanya bisa diikuti oleh pekerja Penerima Upah (PU) saja, tapi juga bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri,” kata Gunawan saat memberikan sosialisasi kepada wartawan di sela-sela pelantikan pengurus PWI, Sabtu (29/9) lalu, di Atria Hotel Magelang.

Gunawan mengaku menemui kendala dalam menjangkau para pekerja BPU. Utamanya, dalam mengubah pola pikir masyarakat. Padahal, program yang ditawarkan cukup murah. Yakni, cukup membayar iuran Rp 16.800 per bulan, pekerja sudah terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan kematian.

“Padahal, akibat kecelakaan kerja bisa bermacam-macam. Mulai luka ringan, luka parah, cacat sebagian anatomis, cacat sebagian fungsi, cacat total tetap, bahkan meninggal dunia.”

Gunawan menyampaikan, pekerja di sektor informal juga memiliki risiko yang sangat tinggi dalam menjalankan pekerjaannya. Semisal, penambang pasir, pedagang pasar, petani, tukang ojek, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, termasuk wartawan freelance.

“Perlindungan jaminan kerja perlu menjadi salah satu pilihan utama sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tiga Hari Sekali Tanya ke Anak Sekolah

Aktivitas buang air besar sembarangan masih sering ditemukan, terutama di wilayah perdesaan. Masyarakat yang belum memiliki jamban seringkali buang air besar di sungai atau...

Maling Sembako Dibekuk

KEBUMEN – Petualangan pembobol sejumlah rumah dan toko sembako serta warnet harus berakhir di kantor polisi. Tersangka berinisial DM, 36, warga Bnjarnegara berhasil diamankan...

Intensifkan Berlatih untuk Membangun Chemistry

Lima penari dari Komunitas Bawika Art Enthusiast  akan mewakili Kota Semarang dalam serangkaian acara Indonesia Fest yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di...

Permudah Pelaku Usaha Kuliner

PENGAMAT kuliner Semarang, Sarah Siti Kawiryan Wiryono, menilai semakin maraknya Food Blogger (FB) merupakan hal yang positif. Perempuan cantik yang akrab disapa Nanan Wiryono ini...

Road Race di Jateng Semakin Bergairah

SEMARANG – Olahraga balap motor atau road race semakin bergairah di Jateng. Sepanjang 2017 ini hampir setiap pekan ada event road race yang digeber...

17 Mitra Binaan Terima Bantuan Modal

PEKALONGAN-PT Telkom Community Development (CDC) Witel Pekalongan kembali menyalurkan bantuan kemitraan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kali ini, 17 Mitra Binaan (MB) yang...