33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Festival Lereng Telomoyo Layak Dijual

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–Festival Lereng Telomoyo dinilai cukup layak untuk dijual kepada para wisatawan mancanegara. Agenda budaya Kabupaten Semarang ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik Jawa Tengah.

“Ini luar biasa, terutama saya lihat potensi budayanya,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng, Urip Sihabudin usai menghadiri festival tersebut di Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Minggu (1/10) kemarin.

Dikatakan Urip, dirinya baru pertama kali mengikuti agenda budaya di dusun tersebut. Namun ia sangat terkesan melihat penyelenggaraan festival budaya yang menampilkan beragam khasanah kesenian dan tradisi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Telomoyo. Pada festival tersebut, juga ditampilkan banyak mainan anak-anak yang selama ini nyaris punah.

Baginya ini merupakan hal baru, permainan anak-anak ini dilombakan sebagai sarana edukasi dan pelestarian tradisi. Tetapi sangat menarik dan nilainya luar biasa. Dari pengalamannya menghadiri festival ini, Urip mengakui, kekayaan budaya ini butuh beberapa hal untuk dibenahi dan kemudian dijual. Kekurangan yang masih tampak dari sisi aspek polesan. “Soal tarian, kreasinya sudah bagus. Tinggal gerakan-gerakannya saja yang butuh ditata agar lebih sama dan rapi, itu saja untuk lebih menjual,” katanya.

Menurutnya, Festival Telomoyo tersebut tidak hanya bisa dijual di tingkat nasional, namun juga untuk dijual kepada masyarakat internasional. “Kebetulan dua pekan sekali Jawa Tengah kedatangan kapal pesiar dari mancanegara melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah memang mencari destinasi baru yang bisa dijual kepada para wisatawan kapal pesiar ini,” ujarnya.

Meski begitu, apabila laku konsekuensi penyiapan area parkir yang lebih memadai juga harus dipikirkan. “Karena jumlah wisatawan asing dari kapal pesiar cukup banyak. Dimana jumlahnya bisa mencapai ribuan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Partono mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memiliki satu kewajiban untuk menumbuhkembangkan potensi pariwisat yang ada di daerahnya. “Salah satunya Desa Menari, di Dusun Tanon, Desa Ngrawan ini. Nanti Pemkab Semarang berkewajiban mempromosikan potensi yang sudah ada melalui media maupun event- event di kesempatan lain,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya Festival Lereng Telomoyo ini ekonomi masyarakat bisa lebih menggeliat sehingga mampu menambah pendapatan mereka. “Pada akhirnya juga mendorong kesejahteraan masyarakat di Ngrawan dan desa lain di sekitarnya,” kata Partono. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kerusakan Jalan Penghubung Kalilumpang Belum Tersentuh

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Akses jalan kabupaten yang rusak masih menjadi sorotan untuk segera dibenahi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Salah satunya akses jalan penghubung desa...

Bawaslu: Mobilisasi ASN Rawan Terjadi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Fajar Saka, mengingatkan, politik uang dan mobilisasi ASN masih menjadi hal yang wajib diwaspadai...

Penjualan Menggeliat, Global Makin Ramai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Revolusi teknologi digital telah mengusik kemapaman dan kenyamanan berusaha. Namun, bagi sebagian pelaku bisnis, justru memunculkan peluang baru. Adalah Superstore Global Elektronik Semarang,...

Pemkot Gelontorkan Rp 5 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jalan Lodan Raya, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara rusak cukup parah. Permukaan jalan di pinggir Kali Semarang itu banyak yang berlubang dan...

Truk Masuk Jurang, Sopir Tewas, Tiga Luka Parah

KENDAL—Sebuah truk bermuatan gabah disruduk truk lain di Jalan Lingkar Weleri, sehingga masuk ke dalam jurang sedalam 20 meter dan masuk ke kolam ikan....

Jalur Alternatif Masih Rusak

SLAWI-Beberapa jalur alternatif untuk para pemudik di Kabupaten Tegal masih banyak yang rusak. Salah satunya, di ruas Jatibogor-Kertasari Kecamatan Suradadi. Kondisinya sangat memprihatinkan. Selain...