31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Aktivitas Kawah Sileri Menurun

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

BANJARNEGARA – Setelah sempat menunjukkan peningkatan aktivitas, Kawah Sileri menunjukkan tren penurunan. Dengan tren ini, status level II atau Waspada akan dievaluasi. Kemungkinan akan diturunkan menjadi Level I atau Normal atau menurunkan radius bahaya yang saat ini satu kilometer.

Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan, selain menunjukkan tren menurun, masyarakat diminta tidak khawatir dengan semburan gas beracun dari Kawah Sileri.

Menurut dia, sepanjang sejarah, Kawah Sileri tidak pernah mengeluarkan gas beracun. Dalam laporan harian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) kandungan gas beracun dari kawah tersebut nol. Potensi gas beracun justru ada di Kawah Timbang. Namun sampai saat ini kondisi gas di Kawah Timbang terpantau aman. “Kawah Sileri Waspada karena letusan material lumpur panas. Terakhir terjadi 2 Juli lalu,” kata dia.

Andri mengungkapkan, penetapan radius bahaya di Kawah Sileri bukan untuk mengantisipasi bahaya gas beracun. Namun untuk mencegah jatuhnya korban akibat semburan lumpur panas. Pendirian posko BPBD di Sileri bertujuan untuk mengurangi risiko bencana. (drn/din/jpg/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...