31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

SMP dan SMA Takhasus Beri Beasiswa Anak Yatim 

KENDAL—SMP dan SMA Takhasus Plus Al-Mardhiyah, Kaliwungu Selatan siap memberikan program beasiswa full kepada anak yatim piatu dan anak-anak miskin yang ingin bersekolah di SMP dan SMA setempat. Dengan program beasiswa, diharapkan dapat membantu anak yatim dan masyarakat kurang mampu untuk menikmati pendidikan layak.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ta’limul Quran (PPTQ) Miftahul Huda, KH Baduhun Badawi di sela pemberian santunan kepada 300 anak yatim piatu untuk pembangunan Masjid Al-Badawiyah di komplek sekolah setempat.

Menurutnya, pemberian beasiswa ini merupakan komitmennya untuk menjadi masyarakat yang Qurani. Sebab, program pendidikan di SMP dan SMA Takhassus memiliki kelebihan yakni menghafal Alquran selama enam tahun. “Plus nya ini adalah menghafalkan Alquran.  Dimana setiap kelas pertahunnya siswa wajib menghafal lima juz,” katanya.

Dengan demikian, dari SMP sampai SMA selama enam tahun siswa yang sekolah bisa hafal Alquran secara keseluruhan sebanyak 30 juz. “Selain hafalan Alquran, di SMP dan SMA Takhasus ini juga kami ajarkan belajar dan menghafal kitab-kitab kuning atau kitab klasik yang mengajari kajian ilmu agama Islam,” tutur pengasuh PPTQ Miftahul Huda, Dukuh Sawahjati, Desa Krajan Kulon, Kaliwungu itu.

Semangatnya adalah memberikan beasiswa kepada siswa yang ingin menghafal Alquran, untuk menciptakan masyarakat yang Qurani. Sebab, tantangan generasi ke depan akhlak atau moral. “Dengan generasi Qurani, bisa membawa Indonesia menjadi negeri Baldatun Toyibatun Warabbunn Ghofur atau gemah ripah loh jinawi, negara yang kaya raya dan rakyatnya makmur dan sejahtera,” jelasnya.

Makanya, ia mempersilahkan kepada warga mana saja yang memiliki putra-putri yang sudah yatim atau ekonomi kurang mampu untuk disekolahkan di SMP dan SMA Takhasus Plus Al-Mardhiyah. “Dengan anak-anak mau menghafal Alquran, bagian dari menjaga generasi Indonesia. Sebab, jika sudah banyak anak yang tidak mau belajar Alquran, itu berarti tanda-tanda kerusakan dan dekat dengan kiamat,” paparnya.
Sementara Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur yang hadir mengatakan jika program beasiswa sekolah gratis, merupakan wujud membantu pemerintah untuk mengentaskan Indonesia dari kebodohan dan kemiskinan. “Sebab dengan pendidikan, perubahan bisa terwujud, masyarakat cerdas sehingga bisa membenahi kehidupannya. Apalagi ditambah menghafal Alquran, menjadi nilai plus,” imbuhnya. (bud/sct/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here