31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

Mutasi Atlet Harus Sesuai Aturan

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Mutasi atau perpindahan atlet dari satu daerah ke daerah lain harus dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang ada. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua II KONI Jateng, Sudarsono dalam FGD bertemakan Fenomena Mutasi Atlet Menjelang Porprov yang diselenggarakan KONI Kota Semarang, Sabtu (30/9).

”Mutasi memang menjadi hak para atlet. Namun, harus dilakukan sesuai dengan aturan prosedur dan aturan yang ada. Diajukan secara tertulis dan dengan menyebutkan alasan dari perpindahannya,” ujar Sudarsono.

Ia menyebut, beberapa alasan yang dibenarkan dalam mutasi diantaranya, ketika atlet pindah daerah karena ikut orang tua, suami atau istrinya. Selain itu, alasan lain karena pindah tugas, diterima kerja serta diterima sekolah di daerah lain.”Untuk yang terakhir ini biasanya diada-adakan untuk bisa mutasi. Sehingga karena diada-adakan, kemudian menimbulkan permasalahan yang kompleks,” kata dia.

Dalam hal ini, ia menekankan perlunya pemahaman aturan mutasi atlet. Sebab, dirinya menemukan masih banyak atlet, pelatih maupun pembina yang belum paham aturan bahkan konsekuensi dari perpindahan atlet.

Tidak hanya itu, Sudarsono juga menambahkan bahwa mutasi atlet sebaiknya tidak dilatarbelakangi oleh alasan materi. Menurutnya, yang demikian ini bertengangan dengan nilai-nilai yang dibangun dalam olahraga.”Untuk kita kita semua akan berupaya agar Porprov nanti jauh dari nuansa transaksional,” kata dia.

Sementara itu, pengamat olahraga, Edi Indarto mengatakan bahwa fenomena mutasi atlet ini merupakan hal yang wajar karena para atlet tidak memiliki masa emas yang cukup panjang. ”Sehingga wajar ketika atlet mencari tambahan uang dari event-event seperti Porprov ataupun PON,” ujar Edi memantik diskusi yang digelar KONI Kota Semarang ini.

Ia tambahkan, fenomena mutasi menjadi hal biasa karena memang ada aturannya. Kalaupun harus diminimalisir, ia lanjutkan, harus ada kebijakan pemerintah baik Kota maupaun Daerah untuk para atlet ini dalam menjamin masa depannya. ”Misal dengan memberikan kesempatan menjadi PNS atau apa kepada atlet berprestasi. Kalau tidak begitu, masa tua atlet akan hilang,” jelasnya. (cr4/bas)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...