33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Luangkan Waktu Bersama Keluarga

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

DI TENGAH kesibukannya yang begitu luar biasa, Muh Zen selalu menyampatkan waktu luang bersama keluarganya. Untuk mensiasatinya, biasanya satu minggu sekali mengajak keluarga pergi sekadar jalan-jalan maupun berwisata. Misalnya mengunjungi tempat wisata sejarah, maupun ke destinasi alam terbuka di Jawa Tengah.

“Kebetulan keluarga suka dengan pemandangan alam dan pegunungan. Bisa untuk refresh dengan melihat keindahan alam,” katanya.

Menurutnya, sesibuk apapun aktifitas pekerjaan, harus bisa meluangkan waktu berkumpul dengan keluarga. Selain untuk memperkuat emosional, juga sebagai kunci keharmonisan dalam rumah tangga. “Tidak hanya sebatas itu, dengan berkumpul akan bisa memantau perkembangan anak sejauh mana,” kata ayah dari Zaidan Zoberio Zen Muhammad, 12, dan Rihna Tahmizia Rahmania Wahda, 7, itu.

“Sembari berwisata atau jalan-jalan, kita bisa mengetahui perkembangan anak sejauh mana,” imbuh Zen.

Jalan-jalan juga bisa dijadikan sebagai sarana dan wujud tanggung jawab pendidikan kepada keluarga. Karena bagaimanapun juga, keluarga memegang peranan penting dalam mendidik dan mengajarkan pendidikan karakter kepada anak-anak.

“Pendidikan tak hanya di rumah dan sekolah. Dengan jalan-jalan ini juga bisa menjadi sarana belajar dan lebih memahami alam,” tambahnya.

Keluarga besarnya juga selalu memberikan dukungan penuh agar ia terus berkomitmen dalam dunia pendidikan. Untuk itulah, ia harus memberikan bekal pendidikan yang bagus untuk keluarganya.  Tanpa dukungan keluarga, ia tidak yakin bisa terus berkomitmen dan berjuang untuk ikut berkontribusi meningkatkan pendidikan di Jateng.

“Keluarga itu sebagai penyemat hidup, jadi saya harus seoptimal mungkin memberikan yang terbaik buat mereka (keluarga, red),” akunya.

Ia mengingatkan, agar masyarakat atau orang tua harus selalu memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Jangan hanya menyerahkan semuanya ke pendidikan formal saja. Apalagi, saat ini kebanyakan pendidikan formal masih belum sepenuhnya memberikan pendidikan keagamaan. Padahal, pendidikan agama merupakan bekal utama anak-anak untuk masa depan.

“Pendidikan agama itu penting, jadi kalau anak-anak di sekolah formal orang tua harus perhatian dengan memberikan bekal ilmu agama,” tegasnya.

Kondisi saat ini memang banyak yang kurang memperhatikan pendidikan anak-anak muda. Ini terlihat dengan banyaknya orang tua yang hanya menyerahkan pendidikan anak mereka di sekolah saja. Padahal, hal itu jelas tidak benar, mengingat justru dari keluarga pendidikan dimulai. Karena apa yang dilakukan dan yang dikatakan keluarga akan menjadi panutan anak-anak.

“Pendidikan lingkungan juga penting. Karena ketika lingkungan bagus, anak-anak akan memiliki pendidikan karakter dan bisa menganut sesuatu hal yang bagus dan patut,” tandasnya. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Minta Penerapan Permenhub Ditunda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan driver taksi online menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (25/1) siang. Mereka meminta agar Peraturan...

Empat Besar Sulit Terkejar

SEMARANG – Empat daerah yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan tuan rumah Jawa Tengah mengukuhkan diri di peringkat empat besar klasemen perolehan...

Penghasil Batako dan Paving

BERGAS – Desa Pagersari memang terkenal dengan produk batako dan paving. Ada sekitar 20 kepala keluarga (KK) di Desa Pagersari memiliki usaha pembuatan batako...

Tarif Naik, Layanan Diminta Ditingkatkan

SEMARANG – Pimpinan DPRD Jateng menilai banyak berita hoax yang meresahkan masyarakat terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif...

Semarang Raih Recognition of Excellence 2018

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemkot Semarang kembali menerima penghargaan Recognition of Excellence 2018. Penghargaan diserahkan oleh Managing Director of OpenGov, Mohit Sagar kepada Wali Kota Hendrar Prihadi...

Rendah, Kualitas ALPTKSI Terus Digenjot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rendahnya mutu pendidikan saat ini terus menjadi perhatian pemerintah dari segi sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana. Misalnya saja lembaga...