33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Dikelola Generasi Keempat, Cita Rasa Tetap Sama

Menelusuri Jejak Minuman Legendaris di Salatiga, Ronde Jago

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Wedang Ronde merupakan salah satu ikon minuman khas Kota Salatiga. Minuman dengan paduan kuah pedas dari jahe ini, banyak dijual di berbagai pusat keramaian. Ternyata ada salah satu yang legendaris, yakni Ronde Jago. Seperti apa?

CORNELIA NATHAZA AYUDYA

MENILIK dari namanya, tidak cukup lazim di telinga. Namun paling dicari para penyuka kuliner. Adalah Ronde Jago yang didirikan sejak tahun 1964. Sudah turun temurun, saat ini dikelola oleh generasi keempat bernama Airlangga.

Silsilah nama Ronde Jago sebenarnya bermula dari terkenalnya distributor Jamu Jago. Awal berdiri tahun 1964, di Jalan Kesambi Salatiga. Kala itu, belum dinamai Ronde Jago, tapi hanya minuman biasa. Baru tahun 1966, Ronde milik buyut Airlangga berpindah tempat di belakang Pasar Raya Salatiga dan sekaligus menjadi minuman pelengkap Jamu Jago.

“Dulu itu, Ronde adalah minuman pelengkap di sini. Karena buyut saya distributor Jamu Jago. Seiring berjalannya waktu, Jamu Jago menjadi kurang popular di masyarakat. Makanya hanya Ronde saja yang dijual dan dinamai dengan sebutan Ronde Jago,” ungkapnya.

Selama bertahan hingga 53 tahun ini, diakuinya, penjualan Ronde Jago mengalami pasang surut. Namun tetap saja, rasa yang nikmat dan sajian yang variatif menjadi ciri khas tersendiri bagi penikmat Ronde Jago. Ada 3 varian rasa yang ditawarkan oleh Ronde Jago, yakni ronde sekoteng, wedang kacang, dan ronde sekoteng kacang. Pembeda dari ronde lainnya adalah Ronde Jago menggunakan campuran sekoteng dalam sajiannya. Sekoteng itu sendiri adalah minuman jahe yang dicampur dengan kacang tanah dan pacar China. Ronde sekoteng yang ditawarkan Ronde Jago, biasanya dilengkapi dengan agar-agar atau rumput laut dan roti.

Untuk varian rasanya, penikmat ronde bisa memesan sesuai selera mereka masing-masing. Ada beberapa bahan vira di dalam satu mangkuk Ronde Jago, yaitu agar-agar, kolang-kaling, ronde, kacang tanah dan air jahe yang sedikit manis. Tak heran, kota yang diselimuti dengan udara dingin ini dapat menjadi salah satu faktor tertariknya para wisatawan dari luat Kota Salatiga maupun masyarakat Salatiga untuk menikmati Ronde Jago.

Selain menjual ronde, Ronde Jago juga menyajikan beberapa jajanan pasar. Seperti gorengan, roti, tape ketan hijau, dodol, dan bipang, atau beberapa jenis cemilan di dalam toples-toples tua yang berjajar rapi di atas meja.

Minuman khas Salatiga ini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Di samping harganya terjangkau, minuman Ronde Jago dapat menghangatkan suhu tubuh. “Keunggulan Ronde Jago ini, dari dulu sampai sekarang cita rasa tetap sama,” tandasnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tanah Kena Rob Tidak Dikenai Pajak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tanah yang terkena rob atau abrasi di wilayah Sayung dan sekitarnya tidak dikenai pajak. Meski demikian, tetap tercatat dan diberikan SPT. Kabid...

KONI Dituntut Tingkatkan SDM Pelatih dan Atlet

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  Jateng XV yang akan dilaksanakan bulan Oktober 2018 mendatang di Surakarta, Wakil Bupati Batang Suyono meminta pengurus...

Sekda: Pelantikan Diharapkan Serentak

SEMARANG - Pelantikan tujuh kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2017 serentak di Jateng belum jelas. Pemprov Jateng masih menunggu kepastian dari Kementerian Dalam Negeri...

Buruh Tak Demo, Tapi Jalan Sehat

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Perayaan hari buruh atau May Day di Kabupaten Semarang berbeda dengan wilayah lain, Selasa (1/5) kemarin. Tidak demo, ribuan buruh di Kabupaten Semarang...

Main Sepeda, Balita Tewas Masuk Keramba

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Seorang balita tewas setelah tergelincir hingga tenggelam di Sungai Sri Gogol, Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Jasad balita nahas bernama...

Pengobatan Gratis PSBTK Garuda Jaya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perguruan Seni Beladiri, Terapi dan Kesehatan (PSBTK) Garuda Jaya Cabang Semarang akan mengadakan penyembuhan gratis dengan metode terapi tenaga dalam, untuk...