33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Tingkatkan Nasionalisme Siswa, Nobar Film G30S

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG– Sebanyak 500 siswa dan guru SMP IT dan SMA IT Bina Amal menggelar nonton bareng (nobar) film G30S PKI, Jumat (29/9). Kegiatan digelar di  Masjid Al-Amilin kampus SMP IT-SM AIT Bina Amal, Jalan Raya Gunungpati, Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Sekolah Bina Amal dengan Koramil Gunungpati.

Kepala Sekolah SMA IT Bina Amal, Setyawan, mengatakan tidak sekadar nobar, namun kegiatan juga diisi dengan pemaparan wawasan kebangsaan dan diskusi terkait peran pelajar sebagai anak bangsa dalam mencintai dan menjaga NKRI melalui sejarah bangsa.

“Proklamator Republik Indonesia Ir Soekarno dalam salah satu pesannya mengatakan bahwa jangan melupakan Jas Merah yang artinya jangan lupakan sejarah,” katanya.

Film sejarah ini diputar dan diingat karena sejarah merupakan jati diri bangsa, sehingga siapa pun yang lahir, hidup dan mencari penghidupan di negara ini harus tahu sejarah, termasuk sejarah kelam pembrontakan G30S/PKI dan bahaya latennya. “Sehingga dengan memahami sejarah bangsa ini maka akan tumbuh rasa cinta dan pembelaan  terhadap NKRI,” ujarnya.

Pemahaman tentang film ini, katanya, bukan hanya TNI tetapi seluruh elemen bangsa harus paham dan mengingat sejarah. Apabila anak bangsa lupa dengan sejarah bangsa ini maka akan kehilangan jati diri bangsa. “Setelah hilang jati diri bangsa, maka orang-orang di negeri ini mudah di pecah belah dan di adu domba oleh berbagai pihak yang berkepentingan baik dari dalam negeri atau luar negeri,” imbuhnya

Pemutaran film ini pada Intinya bagaimana agar generasi muda bisa memahami sejarah bangsa serta bisa memposisikan diri sebagai generasi yang cinta tanah air, dan mengambil peran dalam menjaga persatuan antar umat beragama, saling menghormati dan menjaga NKRI. “Melalui film ini tentunya peran generasi muda sangat penting agar tidak mudah terprofokasi oleh pihak asing,” tambahnya.

Salah seorang siswa M Akhyarus Solih mengatakan selama menonton film G30S/ PKI jadi  tahu bahwa pernah terjadi pemberontakan di Indonesia. Tidak hanya menculik Jendral Bangsa ini tetapi juga membunuh para ulama-ulama karena PKI anti Tuhan, paham ateis yang tidak boleh hidup di Indonesia yang berasas Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Sehingga harapannya agar ditahun mendatang agar tidak terjadi lagi, karena hal itu sangat menyengsarakan rakyat,” katanya. (hid/zal)

Berita sebelumyaUNNES Perkuat Jaringan
Berita berikutnyaTergoda Paha, Gagal Mencuri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perlu Pemulihan Mental Korban Pascabencana

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Apalagi terjadi bencana, selain pemulihan infrastruktur juga diperlukan pemulihan mental para korban. Sehingga setelah terjadi bencana kondisi mental harus dikuatkan. Hal ini...

Warga Terdampak Lindu Terima Bantuan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Akibat gempa bumi atau lindu yang mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya, Jumat (15/12) malam, berdampak hingga Kota Pekalongan. Beberapa bangunan milik...

SMP IT Ihsanul Fikri Buka Pendaftaran Siswa Baru

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid kembali membuka pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2018/2019. Pendaftaran gelombang pertama sudah dibuka mulai awal Januari...

Jalur Trayek Dirombak

SLAWI-Menjelang pengoperasian Terminal Dukuhsalam akhir tahun 2017, Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal berencana merombak total jalur trayek angkutan pedesaan (angkudes) yang melintasi...

Pemudik Jalur Laut Mulai Padat

RADARSEMARANG.COM - LEBARAN masih dua minggu lagi, namun pemudik dari luar Jawa sudah memadati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Minggu (3/6) kemarin, sebanyak 708 pemudik...

22 Ribu Warga Terancam Kehilangan Hak Pilih

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Puluhan ribu warga Kabupaten Semarang terancam kehilangan hak pilihnya dalam Pilgub Jateng 2018 ini. Hal tersebut dikatakan kesemuanya belum melakukan rekam...