33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Salatiga Jadi Percontohan Pendidikan Kebhinnekaan

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

SALATIGA – Kota Salatiga memiliki potensi besar sebagai model penguatan pengembangan pendidikan kebhinnekaan. Kota Salatiga dengan penduduk yang sangat heterogen sangat cocok menjadi percontohan pendidikan kebhinnekaan.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Nur Berlian Venus Ali, MSE dalam paparan di Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Jumat (29/9). Dalam paparan yang berjudul Potensi Kota Salatiga sebagai Model Penguatan Pendidikan Kebhinnekaan, Nur Berlian menjelaskan bahwa pendidikan kebhinnekaan menjadi sangat penting mengingat Indonesia sangat beragam.

“Indonesia terdiri dari setidaknya 1.340 suku bangsa, mempunyai 750 bahasa daerah serta 6 agama dan kepercayaan. Keberagaman seperti ini akan menjadi potensi besar jika dikelola dengan baik. Namun sebaliknya, hal tersebut akan menjadi ancaman bahkan pemicu konflik jika tidak dikelola dengan baik,” urai peneliti madya ini.

Ia menjelaskan, Kota Salatiga dengan penduduk yang sangat heterogen sangat cocok menjadi percontohan pendidikan kebhinnekaan. Dengan penduduk yang sangat beragam, yang juga disebut sebagai Indonesia Mini, Salatiga cocok sebagai percontohan pendidikan kebhinnekaan. Dengan pendidikan kebhinnekaan, diharapkan generasi muda akan mempunyai sikap yang lebih toleran.

Sementara itu Wali Kota Salatiga Yuliyanto dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas predikat tersebut. Dengan 39 etnis yang ada di Salatiga, 6 agama dan kepercayaan, Salatiga mempunyai potensi kebhinnekaan yang sangat tinggi. “Semua perbedaan tersebut menjadikan Salatiga istimewa. Kami di Salatiga sudah terbiasa melihat perbedaan dan sudah biasa hidup berdampingan. Saat bulan puasa, ada gereja yang menyediakan buka puasa bersama. Sebaliknya, saat perayaan natal, ormas Islam ikut menjaga ketertiban dan keamanan,” jelas Yuliyanto. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...