33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Longsor Rusak 4 Rumah Warga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO – Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah Wonosobo, Jumat (29/9) menyebabkan bencana longsor di sejumlah titik. Setidaknya longsor tercatat ada di Dusun Tlodas Desa Puluh Kecamatan Sukoharjo dan Desa Igirmranak Kecamatan Kejajar. Dilaporkan, sedikitnya 4 rumah warga rusak sedang.

Anggota PB Relawan Mulyono menyebutkan, longsor di Dusun Tlodas menimpa sebuah rumah milik warga. Selain itu jalan antarkampung juga tidak bisa dilalui karena tertimbun material. “Tidak ada korban jiwa, pemilik rumah sedang merantau. Jalan sementara tidak bisa dilewati karena takut ada longsor susulan,” katanya, melalui pesan singkat, Jumat (29/9).

Sementara di Desa Igirmranak longsor menimpa rumah milik Karsono, Nurrohim, dan Evendi. Tak ada korban jiwa dalam longsor kali ini. Tak ada korban jiwa tapi diperkirakan kerugian material cukup besar karena tingkat kerusakan sekitar 40 persen.

Anggota Banser Tanggap Bencana (Bahana) Kejajar Usman mengatakan, longsor di Igirmranak terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga pukul 17.00, sejumlah relawan belum diperkenankan membersihkan material longsoran karena kondisi cuaca tidak memungkinkan. “(Di sini) masih gerimis, relawan belum berani membersihkan material,” jelasnya.

Karena potensi longsor susulan masih ada, sejumlah relawan hanya membantu pemilik rumah mengevakuasi barang-barang berharganya. Sedangkan untuk pembersihan material rencananya akan dilakukan hari ini (30/9).

Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Zaenal Purnomo menambahkan, longsoran berasal dari tebing di belakang rumah warga. Menurut pengakuan warga, sebelumnya sudah terlihat adanya rekahan tanah. Faktor lain penyebab terjadinya longsor di Kejajar karena sistem drainase buruk.

“Dugaan sementara karena itu, di atasnya kan ada rumah warga, air dari talang masuk ke rekahan, kemudian tebing longsor,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, melihat kondisi cuaca kabupaten Wonosobo yang saat ini sudah mulai hujan, warga diminta meningkatkan kewaspadaan. Terlebih ketika hujan berlangsung lebih dari dua jam. Masyarakat disarankan beranjak mencari lokasi yang lebih aman. “Ketika hujan lebih dari 2 jam, alangkah baiknya mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, terutama bagi penghuni rumah di area rawan longsor,” jelasnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dewan Minta Warga Tambakrejo Legowo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar warga Tambakrejo, Semarang, yang menolak atas rencana relokasi ke Rusunawa Kudu, agar...

Sambut Ramadan, AMITRA Berbagi Berkah akan Sambangi 6 Kota Besar

JAKARTA-Sebagai perusahaan pembiayaan pertama yang memiliki platform syariah, PT Federal International Finance (FIFGROUP) terus meningkatkan pembiayaan melalui brand AMITRA. Sejak awal didirikan di tahun...

2017, Tahun Tertib Administrasi

TAHUN 2017 menurut pakar fengshui Semarang, Tjeng Sindhu Berlian, merupakan Tahun Ayam Api. Masyarakat Jawa Tengah khususnya harus bisa lebih tertib dalam hal administrasi....

Suku Bunga KPR Kompetitif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sektor properti sejak tahun lalu cenderung lesu. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin kompetitif diharapkan dapat merangsang sektor ini...

Paket Berisi Ular Dikembalikan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pengiriman paket dan surat di Kantor Pos Magelang di awal 2018 tumbuh 12 persen dibandingkan Desember 2017. Pengiriman masih didominasi pelaku...

Persitema U-17 Menang 1-0

TEMANGGUNG – Gol tunggal penyerang Muhammad Bachid ke gawang PSISra Sragen U-17 di Lapangan Sidorejo Maron Temanggung, Rabu (10/5) petang menjaga asa tuan rumah...