33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

UPK Mranggen Dilatih Pengemasan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK-Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mranggen memberikan pelatihan pengemasan produk produk UMKM kepada ibu ibu kelompok binaan utusan dari 19 desa di wilayah Kecamatan Mranggen. Pelatihan yang berlangsung di Aula Kecamatan Mranggen ini, mendatangkan narasumber langsung dari Konsultan UMKM Jateng, Arif Budi.

Ketua UPK Mranggen, Agus Somad mengatakan bahwa pelatihan pembuatan kemasan produk ini dinilai penting agar kelompok binaan UPK dapat mahir mengemas produk produknya. Menurutnya, banyak produk yang ditekuni kelompok binaan ini. Seperti, pembuatan jajanan kering keripik tempe, sale pisang, roti, dan produk UMKM lainnya.

“Ada sekitar 483 kelompok yang mendapatkan modal dari UPK Mranggen. Dari jumlah itu, ada 150 kelompok binaan yang menekuni home industry UMKM ini. Karena itu, pelatihan pengemasan produk ini sangat membantu mereka, termasuk dalam pemasaran produk. Ke depan, kami targetkan bisa punya showroom untuk menampung produk produk yang telah dikemas tersebut,” katanya.

Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), M Saefudin menambahkan, para pelaku produk usaha UMKM ini dapat mengembangkan usahanya dengan suntikan modal dari program simpan pinjam perempuan (SPP). “Karena itu, setelah usaha mereka berkembang, kami dorong supaya produk yang dijual ke pasaran dipastikan bagus pengemasannya. Dengan demikian, pemasarannya dapat terbantu,” katanya.

Saefudin mengatakan, produk usaha para ibu binaan UPK Mranggen tersebut sudah merambah pasar domestik. Tidak hanya sekitar Demak, sudah lintas daerah, seperti Kudus dan Pati. Menurutnya, hasil produk usaha ini dapat bersaing dengan produk supermarket. “Pengemasan produk ini memang penting agar ada peningkatan kualitas barang yang dijual ke pasaran,” katanya.

Camat Mranggen, Wiwin Edi Widodo mengungkapkan bahwa sesuai peraturan, 2 persen produk UMKM termasuk dari kelompok binaan UPK Mranggen mestinya bisa diterima di jual di swalayan, termasuk di Indomaret atau Alfamart.

“Dengan demikian, swalayan atau toko modern seperti itu tidak mematikan produk lokal yang dijual di warung warung atau toko toko kecil. Karena itu, dengan pengemasan yang baik, produk lokal Mranggen ini dapat bersaing di toko modern,” katanya. (hib/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Versi KPU ada 39, Rutan 60 Pemilih

SALATIGA—Jumlah tahanan dan narapidana penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB, Kota Salatiga yang bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilwalkot Salatiga 2017 masih rancu. Berdasarkan...

Semua Fraksi DPRD Wonosobo Terima Raperda Anggaran Perubahan

WONOSOBO - Seluruh fraksi menerima raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2017. Hal ini disampaikan delapan fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Wonosobo dalam rapat...

Pemprov Nomor duakan Anggaran Pendidikan

SEMARANG – DPRD Jateng menyorot kebijakan pemerintah yang membolehkan sekolah untuk menarik SPP. Hal itu membuktikan jika komitmen pemerintah terhadap pendidikan gratis dan wajib...

Teliti UMKM Batik, Raih Gelar Doktor

SEMARANG – Ditetapkannya batik sebagai budaya tak wujud warisan manusia asli Indonesia oleh United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejak 2 Oktober...

Stok Beras Aman

PEKERJA sedang memeriksa kualitas beras di gudang Bulog Divre Kota Semarang, Jumat (19/5) kemarin. Stok beras di Semarang saat ini mencukupi untuk kebutuhan hingga...

Warga Ultimatum PT SMJ

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Puluhan petani dari tiga desa yaitu Desa Pododadi, Desa Gebangkerep dan Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan mendatangi Posko PT Sumber...