31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Tergiur Bisnis BBM, Eks Dewan Tertipu Rp 390 Juta

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG-Pengusaha yang juga mantan anggota DPRD Kota Semarang periode 2009-2014, Yanuar Muncar Riyanto, ketiban sial. Ia diduga ditipu oleh rekan bisnisnya berinisial AAS. Diduga rekannya itu telah melakukan penipuan dan penggelapan uang modal kerja sama sebesar Rp 390 juta. Tak terima dengan kejadian itu, politisi Partai Amanat Nasional ini pun melaporkan  Direktur Utama PT Dinar Putra Mandiri tersebut ke Polda Jateng pada 5 Mei 2017 lalu.

“Kalau kejadian pada akhir bulan Febuari 2017 lalu, dia (terlapor) ngajak saya menitipkan modal Rp 390 juta untuk penebusan BBM solar. Dia menjanjikan keuntungan yang lumayan,” ungkap Yanuar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (27/9) kemarin.

Menurut Yanuar, awalnya tidak menaruh curiga kepada AAS, warga Jalan SMU No 3 RT 009 RW 003 Cibubur, Kecamatan Ciraras, Jakarta Timur ini. Ia sempat menemui terlapor di kantor PT Dinar Putra Mandiri di storage bulk terminal Jalan Coaster 18 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, di bidang Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Industri. Hingga akhirnya, Yanuar menyanggupi menyerahkan modal Rp 390 juta kepada AAS melalui transfer rekening antar bank.

“Setelah saya ngobrol di kantornya itu, selang beberapa hari kemudian, saya transfer ke dia (terlapor) dua kali. Pertama Rp 90 juta, kedua Rp 300 juta,” jelasnya.

Namun apa yang dijanjikan terlapor ternyata tidak terbukti. Sebab, uang modal tersebut tidak kunjung dikembalikan. Yanuar sempat melakukan pendekatan secara persuasif lewat hubungan telepon seluler. Saat itu, AAS menyanggupi mengembalikan uang modal tersebut berikut keuntungannya mencapai Rp 425 juta.

“Saya sempat dibayar dengan cek Bank Panin sebesar Rp 450 juta. Tapi saat saya cairkan, cek itu kosong. Kemudian saya telepon lagi, dan beberapa hari kemudian, dibayar dengan giro Bank Mandiri Rp 425 juta berstampel PT Dinar Putra Mandiri. Tapi setelah dilakukan kliring saat jatuh tempo, ternyata terjadi penolakan, ” katanya.

Meskipun begitu, Yanuar masih tetap sabar. Ia terus menanyakan nasib uangnya tersebut. Namun terlapor tidak ada niat baik untuk menyelesaikan kasus ini, hingga akhirnya korban melaporkannya ke Ditreskrimum Polda Jateng pada 5 Mei 2017. Laporan korban diterima petugas dengan No LP/B/227/IV/2017/Jateng/Ditreskrimum.

“Saya sangat mengapresiasi kepada kepolisian khusunya penyidik, pelaporan saya ditangani dengan cepat dan baik. Bahkan, sudah dua kali gelar perkara dan menetapkan status terlapor menjadi tersangka,” terangnya.

Hanya saja, AAS tidak pernah hadir memenuhi pemanggilan penyidik sebanyak dua kali pada September 2017. Hal inilah yang membuatnya geram, dan mendorong kepada penyidik untuk segera mengambil tindakan tegas agar AAS segera ditangkap.

“Kerana terlapor ini sangat tidak memiliki itikad baik. Harapan saya kepada Bapak Kapolda dan jajarannya supaya menindak tegas terlapor dan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Supaya tidak ada korban lainya lagi,” harapnya.

Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Wahyu Tri B, menjelaskan, kasus tersebut masih terus ditindaklanjuti. Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait proses perkembangan kasus ini.

“Kami masih terus melakukan penanganan, dan masih terus ditindaklanjuti. Semua pengaduan dan pelaporan yang masuk, pasti kita tindaklanjuti. Jadi, masih terus kita tangani,” katanya saat dikonfirmasi. (mha/aro)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...