33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Tak Ada Istilah Slow Respon Untuk Tanggapi Aduan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG– Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang harus memberi ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan publik.

Sebagai upaya meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian Pemerintah Kota Semarang  menggelar kegiatan Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Dan Pedoman PPID Kota Semarang. Sosialisasi ini diperuntukkan bagi Admin LAPOR! setiap  OPD. Kegiatan dilaksanakan di gedung Balai Kota Semarang, Kamis (28/9).Hadir sebagai narasumber Bona Ventura dan Ketua Pattiro Widi Nugroho.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Diskominfo, Diah Supartiningtyas mengatakan bahwa Pemkot Semarang  sudah menerapkan LAPOR! sejak tahun 2016. LAPOR! merupakan sarana pengaduan dan penyampaian aspirasi berbasis media sosial sebagai sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) yang di kelola oleh Kantor Staf  Presiden (KSP). Hingga saat ini LAPOR! terhubung dengan 81 Kementerian/Lembaga, 9 pemerintah provinsi, 5 pemerintah daerah, 70 BUMN di Indonesia dan 130 Perwakilan RI di luar negeri.

“Jika ada kendala teknis, setiap OPD dapat berkomunikasi dengan admin pusat di Diskominfo Kota Semarang secara langsung,” harapnya.

Sementara itu dalam sambutannya Asisten Adminitrasi Umum Agustin Lusin Dwimawati mengatakan bahwa dalam Perwal Nomor 35 tahun 2017 dinyatakan dengan jelas bahwa setiap orang berhak memperoleh informasi publik. Namun yang terjadi di lapangan masih ada informasi yang seharusnya bersifat terbuka bagi masyarakat, justru terkesan ditutup-tutupi.

”Sekarang itu tidak zamannya lagi informasi ditutup-tutupi. Justru kalau ada sesuatu yang ditutupi, akan muncul kecurigaan masyarakat dan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang,” tuturnya.

Lusin menambahkan bahwa kegiatan ini cukup penting karena tuntutan akuntabilitas mengenai penyelenggaraan pemerintah. Selain itu juga sebagai acuan OPD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pihaknya juga berharap tidak ada lagi istilah slow respon ketika menanggapi aduan pelayanan publik dari masyarakat. “Kegiatan ini diadakan agar OPD semakin mudeng jenis-jenis informasi mana yang wajib, mana yang serta merta, mana yang termasuk informasi berkala dan mana yang dikecualikan, sehingga tidak ada lagi yang bingung ketika ada permohonan informasi publik,” tandasnya. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dinamakan Bakso Petruk karena Penjualnya Tinggi dan Kurus

Nama warung bakso Bu Petruk di Jalan Indraprasta Semarang cukup legendaris. Ciri khas bakso Bu Petruk adalah salah satu butir bakso yang disajikan berukuran...

Warga Datangi Bank Mandiri Demak

DEMAK-Sejumlah warga  kemarin mendatangi kantor Bank Mandiri di Jalan Sultan Fatah, Kota Demak. Mereka mempertanyakan legalitas voucher M1 yang diduga diterbitkan oleh lembaga  UN...

Optimistis, New Peugeot 3008 Diterima Konsumen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Astra International Tbk – Peugeot Sales Operation selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Peugeot di Indonesia meluncurkan The New Peugeot...

Sudirman Said Kunjungi Klenteng Tay Kak Sie

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Calon Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said mengunjungi Kelenteng Tay Kak Sie, Kota Semarang. Pak Dirman didampingi Ketua DPC PKB Kota...

Jalan Tembus Pluwang-Lengkong Siap Dibangun

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 29 warga Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa menghibahkan tanah miliknya untuk memperlancar pembangunan jalan tembus baru. Partisipasi aktif warga itu mempermudah...

Warga Dilatih Hadapi Bencana

WONOSOBO -  Forum Komunikasi Lembaga Kewasdayaan Masyarakat (FK LKM) menggelar pelatihan penanggulangan bencana di gedung serbaguna kelurahan Wonosobo Barat, Sabtu (26/8). Kegiatan ini sebagai...