33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Minta Honor GTT/PTT Setara dengan UMK

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

TEMANGGUNG-  Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kabupaten Temanggung mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Temanggung menganggarkan honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) dalam APBD 2018.

“Kami minta nasib GTT/PTT supaya diperhatikan karena mereka sangat membantu mengisi kekurangan tenaga pendidikan dan mereka juga bekerja profesional,” ujar juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Temanggung Siti Kustijah dalam Sidang Paripurna DPRD Temanggung, Kamis (28/9).

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Temanggung Muh Sayid menuturkan, saat ini di Kabupaten Temanggung terdapat lebih dari 1.500 GTT/PTT yang berada di sekolah SD dan SMP negeri. Untuk GTT dan PTT SD saat ini mendapat honor dari APBD sebesar Rp 400 ribu per orang per bulan. Sedangkan GTT / PTT SMP diberi honor Rp 675 ribu per orang per bulan.

“Tanggung jawab mereka cukup besar, kuaitas mereka juga setara dengan guru PNS dan mereka juga bekerja secara profesional. Kasihan, kalau mereka hanya digaji segitu. Idealnya, mereka  bisa dibayar sama dengan supporting staf di Setda atau digaji setara UMK,” ujar Sayid.

Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Temanggung itu mengatakan, berdasarkan perhitungan dengan Dinas Pendidikan, untuk 1.500 lebih GTT/PTT di sekolah negeri membutuhkan anggaran sekitar Rp 36 miliar dari APBD untuk membayar mereka sesuai UMK selama setahun. Saat ini UMK Temanggung sebesar Rp 1.314.000 per bulan.

Wati, 33, seorang guru honorer SMP di Temanggung mengaku selama ini mendapat honor dari APBD sebesar Rp 675 ribu per bulan dan honor mengajar 34 jam dari SMP sebesar Rp 600 ribu per bulan. “Saya berharap bisa mendapat tambahan penghasilan, saya dan guru-guru lain mengajar juga di sekolah lain,” aku Wati. (san/ton)

Berita sebelumya53 Pelanggar Ditilang
Berita berikutnyaTMMD Percepat Pembangunan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rangsang Warga Bertani, Pemerintah Gelontorkan Bantuan

Menurunnya generasi penerus petani, mengancam hasil produksi pertanian. Untuk mendorong agar hasil panen tetap sesuai target, Kementerian Pertanian mendorong modernisasi alat pertanian. Di antaranya,...

Perbaikan Jalan Dikebut

TEMANGGUNG—Proyek pelebaran serta pengecoran Jalan Raya Parakan--tepatnya antara Desa Manden sampai Desa Traji sepanjang kurang lebih 3 kilometer—terus dikebut. Hal itu dilakukan agar sebelum...

Menjadi Kreatif, Mungkinkah?

RADARSEMARANG.COM - PERNAHKAH mendengar ada orang mengatakan, “Saya kan tidak kreatif, maka jangan berikan tugas ini kepada saya”. Ada orang tua yang selalu mengatakan...

Siapkan Minimarket Desa

PABELAN - Demi meningkatkan pendapatan asli Desa, Kepala Desa Sumberejo bersama seluruh elemen terus berinovasi mengembangkan segala jenis usaha. Salah satu usaha yang kini tengah...

Ruwatan Sengkolo Diikuti 212 Sukerto

DEMAK-Tradisi ruwatan masal hingga kini terus dijalankan. Kemarin, sebanyak 212 sukerto diruwat di Pendopo Notobratan, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota. Ritual budaya ini cukup...

Mahasiswa Jangan Lupakan 4 Pilar

SALATIGA -  Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan  Bhinneka Tunggal Ika disebutnya sudah final dan menjadi pertahanan  bangsa. ...