33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Lelang Aset Nyonya Meneer, Charles Tak Diberi Tahu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Setelah ditunggu-tunggu lama, Direktur Utama PT Nyonya Meneer,  Charles Ong Saerang, akhirnya menghadiri sidang mediasi gugatan keberatan atas bantahan tagihan yang dilakukan tim kurator (renvoi procedure) atas tagihan pembayaran buruh di Pengadilan Niaga (PN) Semarang, Kamis (28/9). Ini adalah kemunculan kali pertama Bos Nyonya Meneer di Pengadilan Niaga sejak kasus jamu legendaris ini dinyatakan pailit.

Kepada wartawan, Charles mengaku, tidak diberi tahu saat aset-aset perusahaan miliknya yang dijaminkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. “Kalau aset yang dilelang, kami berusaha mencari terobosan. Kalau ada investor yang bagus, pasti mencari tempat yang bagus dong, ndak mungkin ke tempat lama, mungkin hoki atau rezekinya beda, wawasannya juga pasti beda, investor pasti melihat lebih luas,”kata Charles Ong Saerang usai mediasi di PN Semarang, Kamis (28/9).

Dia juga menyebutkan, kalau aset di Bank Papua yang dilelang sudah lepas, karena sudah diambil semua oleh Bank Papua. Dengan demikian, bank tersebut sudah mendapatkan dananya untuk melunasi utang-utangnya. Saat ditanya terkait informasi harga lelang, Charles mengaku belum mengetahui hasilnya. Ia menyatakan pihak KPKNL tidak memberitahu pihaknya sama sekali.

“Saya tidak diberitahu sama sekali, jadi nol pemberitahuan. Nanti semua tergantung dari kurator, mau dicicil 5, 10, 20 tahun kebersamaannya tergantung masing-masing, semua tergantung siapa yang akan ambil. Misalnya, saya investor, saya mau cicil 15 tahun, pekerjanya mau ndak, tapi itu misalnya, terpenting kita sudah mengetahui jumlah utangnya,” jelasnya.

Terkait investor yang masuk, dikatakan Charles, bos National Gobel Group, Rachmat Gobel, sudah pasti diberi peluang. Bahkan mantan Menteri Perdagangan tersebut, menurutnya, sudah memberikan beberapa pemikiran untuk masuk. Hanya saja, ia melihat lagi chemistry (hubungan kecocokan) bagaimana dalam bentuk kimia-nya.

“Artinya begini, Rachmat Gobel bukan ahli jamu, saya tidak boleh masuk jamu lagi. Mungkin nanti anak saya. Cuma pertanyaannya, anak saya dipercaya ndak? Tinggal bagaimana masalahnya grup family Gobel dengan keluarga saya. Karena ini keluarga besar, makanya diperlukan waktu. Kita ndak mau kawin, tapi malah jadi masalah,”ungkapnya.

Masalah lain, lanjut Charles, bagaimana mengenai penyelesaian utang-utang seluruhnya. Karena itu pihaknya masih menunggu kurator. Terkait jumlah karyawan perusahaannya, kata dia, totalnya ada 1.300 orang. Sedangkan terkait aset Nyonya Meneer, dikatakannya semua sudah dilaporkan. Apabila ada gugatan pribadi masuk, pihaknya siap menghadapi, karena pihaknya sudah jujur semua untuk perusahaan. “Sekarang penyelesaiannya tergantung dari para pihak, saya sudah lepas. Saya sudah bukan pemilik lagi, tapi orang bilang saya itu pemerhati,”kata Charles sembari tertawa.

Kuasa hukum Charles, La Ode Kudus, menambahkan, terkait kasasi yang diajukan di Mahkamah Agung (MA),  pihaknya merasa yakin bakal menang. Sebab, kasus ini terasa aneh. Hanya satu orang bisa mempailitkan perusahaan kliennya. Untuk itu, pihaknya meminta kebenaran melalui kasasi. “Kalau kami menang, nanti kebesaran Nyonya Meneer akan kita wujudkan lagi. Harapan kami, kasasi di MA dimenangkan. Ini agar usaha jamu tidak sampai dipailitkan, karena jutaan orang merasa kehilangan, “ucapnya.

Kurator PT Nyonya Meneer, Ade Liansah, mengaku belum mengetahui jumlah total uang dalam lelang yang dilakukan KPKNL. Ia menyesalkan, karena belum ada keterangan resmi terkait aset yang terjual, dan nominalnya tidak jelas. Hanya saja, sepengetahuannya, objek lelang sudah laku terjual.

Daikui, baik kreditur maupun kurator yang hadir dalam lelang tersebut sempat menyampaikan keberatan atas pelaksanaan lelang tersebut, khususnya terkait kelengkapan dokumen lelang. “Seharusnya mereka (Bank Papua dan KPKNL, Red) memperlihatkan dokumen pelaksanaan lelang terlebih dahulu kepada seluruh pihak terkait yang hadir dalam pelaksanaan lelang tersebut, tapi ini tidak ada,”tegas Ade Liansah.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui, siapa pemenang lelang  dan nilai penjualannya berapa? Karena penyelenggara menutupi proses lelang tersebut. Ia juga menyesalkan, karena pihak Bank Papua dan KPKNL tidak memberitahu, termasuk usai lelang ditanya lisan tak diberitahu. “Kantor lelang dikunci, saya saja mau masuk dihalangi di depan pagar. Setelah saya jelaskan dengan berbagai argumen, baru diizinkan masuk, tapi aneh lelang terbuka kenapa justru dihalangi,”tandasnya.

Pantauan koran ini, lelang dilakukan Rabu (27/9) kemarin. Sebelum lelang berlangsung, sempat terjadi perdebatan antara kurator, perwakilan buruh, kreditur dan pegawai lelang, saat ditanya kurator pihak lelang juga enggan memberikan informasi terkait lelang tersebut. Pelaksanaan lelang dinilai aneh. Sebab, beberapa minggu sebelum lelang berlangsung, sudah ada gugatan di PN Semarang dengan nomor perkara: 8/Pdt.Sus/Gugatan Lain-Lain/2017/PN.Smg, yang diajukan Hendrianto Bambang Santosa. Dia menggugat Bank Papua dan KPKNL sebagai tergugat 1 dan 2, serta tim kurator PT Nyonta Meneer (Wahyu Hidayat dan Ade Liansah) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai pihak turut tergugat 1 dan 2. Tujuan gugatan itu untuk membatalkan terjadinya lelang.

Saat ditemui di PN Semarang, kuasa hukum Hendrianto Bambang, Eka Widhiarto, menilai terkait lelang tersebut seharusnya terlebih dahulu berbicara juknis lelang yang semuanya harus terbuka. Pihaknya juga menyesalkan info dalam website lelang KPKNL, justru tertutup dan hanya bisa diketahui oleh pegawai. Untuk itu, pihaknya akan menggugat lewat Komisi Informasi Publik (KIP) Jateng.

“Asetnya ada 6 bidang yang dilelang, tapi lelang tidak transparan. Namanya lelang harus terbuka. Harus ada penetapan insolvensi dari pengadilan niaga. Tapi saat lelang ini, diminta tidak ada, dijawab nanti ditunjukkan di pengadilan saja, padahal sebelum lelang dokumen-dokumen harus sudah diberitahukan,”kata Eka kepada koran ini, Kamis (28/9).  (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sebulan 4.287 Pelanggar Lalin

KAJEN- Tingkat pelanggaran lalu lintas (lalin) yang melintas di Kabupaten Pekalongan, cukup tinggi. Dalam waktu sebulan (Agustus) pihak Satlantas Polres Pekalongan telah menindak 4.277...

Go-Jek Bersedia Diatur, Minta Tak Dihilangkan

SEMARANG - Transportasi ojek konvensional dalam kondisi kembang-kempis akibat kalah bersaing dengan ojek berbasis aplikasi atau ojek online. Para driver ojek konvensional meradang dan...

Qasima Magelang Hibur Warga Projo Tegal

RADARSEMARANG.COM, TEGAL– Qasima Magelang menghibur warga Tegal dalam rangka halal bi halal Projo (Pro Jokowi) Kabupaten Tegal. Acara yang bertempat di halaman rumah Ketua...

Lomba Bakiak dan Egrang Meriahkan HUT Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Keseruan dan keriuhan terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang. Ratusan pegawai dari perwakilan instansi pemerintah di Batang mengikuti lomba olahraga tradisional....

Kuncinya Bekerja dari Hati

RADARSEMARANG.COM - Dunia perhotelan merupakan hal yang baru bagi General Manager The Wujil Resort and Conventions Ungaran, Miyana Harikna. Namun, dari tangan dinginnya, sejak...

Perlintasan Arus Suporter Diketati

RADARSEMARANG.COM - RIBUAN suporter PSIS dan Arema Malang akan hadir pada pertandingan di Stadion Moch Soebroto, Minggu (7/1) mendatang. PSIS menjamu tamunya di Kota...