33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Empat Fraksi Walk Out

Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANGTensi politik di DPRD Kota Semarang semakin memanas. Rapat paripurna penetapan Tunjangan Tambahan Pegawai dan penetapan Perubahan Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RJPMD) 2016-2021, Kamis  (29/9) kemarin, kembali  diwarnai ketegangan. Sebanyak 50 wakil rakyat pecah menjadi dua kubu. Yakni, kubu fraksi yang menolak, dan fraksi yang menerima pengajuan anggaran dari eksekutif atau Pemkot Semarang.

Dalam rapat paripurna kemarin, anggota dewan dari empat fraksi menyatakan walk out atau keluar dari rapat paripurna, yakni Fraksi Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golkar, serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  Mereka menilai kebijakan Pemkot Semarang tidak melihat skala prioritas dalam kegiatan tahun jamak. Bahkan anggaran mencapai Rp 448 miliar, dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan di Kota Semarang.

Aksi walk out secara tegas disampaikan Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang, yang kemudian diikuti beberapa fraksi lain yang menolak menyetujui penetapan kegiatan anggaran tahun jamak 2018.

Ketua Fraksi Partai Gerindra, Hermawan Sulis, mengatakan, sikap politik Gerindra melakukan walk out karena kebijakan Pemkot Semarang yang tidak melihat skala prioritas dalam kegiatan tahun jamak.

“Skala prioritas dalam kegiatan tahun jamak banyak yang ditinggalkan. Seperti, pembangunan Pasar Johar yang rencananya awal dua tahun setelah terbakar harus mulai dikerjakan. Masyarakat sudah menunggu,” katanya.

Sulis menepis anggapan bahwa sikap politik yang diambil fraksinya itu karena ada kepentingan politik. “Ini murni untuk kepentingan masyarakat yang tidak terakomodasi dalam kebijakan Pemkot Semarang,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra, Joko Santoso. Ia mengatakan aksi walk out tersebut sebagai sikap politik Fraksi Gerindra dengan adanya program yang tidak skala prioritas untuk warga Semarang. Joko mengaku belum sepaham dan sependapat dengan yang diusulkan dalam badan anggaran.

“Seperti penyelenggaraan Motocross sudah disetujui. Kami tidak berbuat banyak, namun saat pembahasan di komisi dalam pembahasan KUA PPAS bisa secara detail anggaran Rp 18 miliar untuk apa? Semoga teman-teman tetap kuat hati nuraninya lebih baik untuk program skala prioritas,” katanya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Semarang, Lina Aliana, menegaskan, sikap yang diambil fraksinya ada dasarnya. Sebab, ada beberapa pengajuan kegiatan tahun jamak yang belum memenuhi aspirasi dan kemauan rakyat.

“Kami ini wakil rakyat yang harus mengemban aspirasi rakyat. Ada beberapa skema project yang belum tentu dibutuhkan rakyat, seperti yang sudah disampaikan tadi saat sidang paripurna,” katanya.

Namun, lanjut dia, program prioritas yang semestinya didahulukan, seperti pembangunan Pasar Johar justru tidak menjadi skala prioritas. “Padahal masyarakat, khususnya pedagang sudah sangat menantikan,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Semarang, Wisnu Pudjonggo, mengatakan, skema pengerjaan kegiatan tahun jamak juga berpotensi menimbulkan persoalan hukum, sehingga semestinya dipertimbangkan. “Dari pengalaman yang sudah, kan bisa dilihat. DPRD mendorong proyek harus sekali jadi dalam setahun. Kalau sampai 2-3 tahun, belum tentu pemborongnya satu pihak, sehingga bisa menimbulkan persoalan,” katanya.

Selain itu, Wisnu mengatakan skala prioritas harus dipertimbangkan dalam kegiatan tahun jamak, seperti proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) yang malah belum terselesaikan, dan beberapa proyek lain yang sangat mendesak.

Meski diwarnai walk out, penetapan kegiatan tahun jamak tetap dilakukan lantaran memenuhi kuorum, yakni dihadiri 38 anggota DPRD. Empat pekerjaan anggaran tahun jamak yang diusulkan, yakni pembangunan dan pengawasan pembangunan gedung instalasi rawat jalan rumah sakit umum daerah, jasa operasional BRT Koridor I dan VII, pembangunan gedung DKK dan gedung parkir, serta pembangunan fasilitas parkir Terminal Terboyo.

Menanggapi aksi walk out itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menghargai sikap politik yang diambil beberapa fraksi dalam rapat paripurna karena tidak menyetujui penetapan kegiatan tahun jamak 2018.  “Akan tetapi sebelumnya ada proses pembahasan di badan anggaran (banggar) yang masing-masing fraksi ada anggotanya di banggar. Kami sudah empat kali rapat banggar untuk membahas tahun jamak ini,” kilahnya.

Menurut dia, ketidaksetujuan tersebut seharusnya disampaikan saat rapat banggar. Namun saat rapat banggar clear semua dan disetujui bersama banggar. “Lalu, kenapa di rapat paripurna menolak?” katanya setengah bertanya.

Supriyadi lebih melihat persoalan ini karena faktor komunikasi yang tidak terjalin baik, terutama dari para ketua fraksi. Sehingga dalam waktu dekat, ia akan mengadakan rapat pimpinan untuk menyamakan persepsi.

“Secepatnya, kami agendakan rapat pimpinan. Sebab, kalau tarik-ulur seperti ini dikhawatirkan bisa menghambat pembangunan Kota Semarang. Makanya, komunikasi harus dijalin lebih intens,” ujarnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bagas-Bagus Beri Motivasi Siswa

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemain sepak bola Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi dan Amiruddin Bagus Kaffi Alfikri (Bagas-Bagus) mendatangi SD Muhammadiyah 1 Alternatif (SD Mutual) Kota...

Ajak Diet Kantong Plastik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang mengajak warganya diet kantong plastik. Imbauan ini penting, mengingat 30 persen dari 60 ton sampah per hari yang dihasilkan...

Adu Sportivitas lewat Futsal

MAGELANG - SMK Citra Medika Kota Magelang menggebrak dunia olahraga pelajar dengan turnamen futsal Citra Medika Cup 2017. Kompetisi ini diikuti 52 tim futsal...

Kinerja Sangat Bagus, BPR Arto Moro Terima Awards

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—BPR Arto Moro Semarang merupakan salah satu dari 418 BPR terbaik di Indonesia yang menerima Infobank Awards 2018 berdasarkan kinerja keuangan tahun 2017....

Uang Rp 300 Raib

KEBUMEN -- Nasib malang menimpa Sugeng Haryadi, 37, warga Desa Candiwulan Kecamatan Adimulyo Kebumen. Uang yang baru saja diambil dari Bank BCA Gombong sebesar...

Malapraktik Tukang Gigi

RADARSEMARANG.COM - Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Beberapa hari lalu, saudara saya memasang behel atau kawat gigi di tempat praktik tukang gigi...