33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Coba Dekatkan Seni dengan Masyarakat Awam

Mengunjungi Ruang Seni “Uwit Arts Space” Salatiga

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Raprika Bangkit adalah alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Pegiat seni ini mengelola Uwit Arts Space  yang dulunya Galeri Kandang namun sempat vakum. Di tempat ini, ia membawa seni lebih dekat dengan masyarakat awam. Seperti apa?

NATHAZA AYUDYA, Salatiga

UWIT Arts Space  berlokasi di Jalan Suropati I No 565B Togaten, Salatiga. Galeri seni ini berada di perkampungan padat penduduk.

Menurut Raprika Bangkit, nama Uwit berasal dari kata uwit  atau pepohonan. Sebab, banyak pepohonan di kampung tersebut. Sedangkan arts space artinya ruang berseni.  Bangkit tidak sendirian dalam mengelola Uwit Arts Space. Ia dibantu teman-temannya yang berjumlah enam orang. Di antaranya, Novia Lestari dan Bram Kusuma.

Tujuan didirikannya Uwit Arts Space adalah sebagai tempat atau ruang untuk berkegiatan seni para seniman dan mengenalkan tradisi “menyeni” kepada masyarakat.

Bangkit menceritakan,  dulunya ia adalah salah satu anggota komunitas seni bernama Kandang. Komunitas tersebut bergerak di bidang seni lukis. Lukisannya merupakan kritik-kritik tentang aspek kehidupan manusia.

Pada 2011, merupakan masa transisi Bangkit, karena kehilangan sosok seorang adik, yakni Raprika Angga, yang saat itu juga seorang pegiat seni lukis Kandang. Begitu sang adik meninggal dunia, Bangkit memutuskan kembali ke kota asalnya, Salatiga. Semangatnya sebagai pegiat seni membuatnya tidak berhenti menekuni dunia seni. Salah satunya memindahkan lukisan-lukisan karyanya dan karya adiknya dari Kota Jogja ke Salatiga pada 2012.

Rumahnya yang terbilang cukup luas dan memiliki beberapa ruang kosong, dijadikannya sebuah museum atau galeri kecil sebagai wadah lukisan-lukisan tersebut. Bangkit juga menggelar sebuah pameran seni lukis di kediamannya sekaligus membuka galeri yang dinamainya Kandang sebagai wujud mengenang almarhum Raprika Angga. Hal itu juga merupakan aksi pengenalan seni kepada masyarakat. Namun sangat disayangkan, setelah usai pameran, Galeri Kandang sempat mandek dan sepi, karena kurangnya koordinasi dari pengelola.

Sempat putus asa, Bangkit mengosongkan galeri tersebut. Sampai akhirnya selang beberapa tahun, tepatnya pada 2016 Bangkit mengaktifkan kembali galeri tersebut.

“Yang tadinya Galeri Kandang, berubah namanya menjadi Uwit Arts Space. Harapannya, galeri ini juga menghidupkan seni di ruang lingkup masyarakat melalui kegiatan-kegiatan berseninya,” kata Bangkit.

Kegiatan yang pernah berlangsung di ruang seni Uwit Arts Space, yakni berupa melukis dan pameran, workshop ramah lingkungan dan mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang unik. Juga peragaan seni lainnya, seperti teknik menindas menggunakan alat cap bermotif ataupun teknik membatik dengan canting dan celup, serta menanam bibit tanaman.  Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh sejumlah komunitas saja, tetapi juga anak-anak dan masyarakat sekitar.

“Saat kita mengadakan kegiatan seperti workshop maupun pameran karya, siapa pun boleh datang ke Uwit Arts Space ini untuk mengenal, ikut berkegiatan, dan menjalin hubungan baik antara masyarakat dengan kegiatan seni, jadi semuanya saling terkoneksi” tandas Bangkit.

Bangkit beserta pengelola Uwit lainnya berharap kegiatan-kegiatan berseni di Uwit Arts Space  dapat menjadi pengantar seni sebagai hal yang perlu diperhatikan masyarakat, dan tidak ada sekat lagi antara seni dengan masyarakat. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Gatot: Mental Juara Masih Perlu Dibangun

SEMARANG - Sebanyak 52 peserta dan 53 pembimbing kontingen Jawa Tengah diberangkatkan dalam Lomba Keterampilan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) oleh Kepala Dinas...

Camat Bergelar Doktor Pertama

SEMARANG - Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) memberikan penghargaan kepada Camat Banyumanik Kukuh Sudarmanto Alugoro sebagai camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan IPK...

PKL Diminta Patuhi Aturan Jualan

DEMAK-Satpol PP Kabupaten Demak mengimbau agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) mematuhi aturan, agar tidak mengganggu ketertiban umum yang merugikan banyak pihak. Hal itu...

FEB UPGRIS Didik Lulusan Seimbangkan Teori dan Ketrampilan

PERSAINGAN dunia kerja kian hari semakin ketat. Generasi muda pun dituntut untuk tak hanya unggul di bidang akademik saja tetapi juga ketrampilan dan kemampuan...

Wajib Kembangkan Potensi Investasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kabupaten maupun Kota yang berada di lingkup Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat memetakan lebih detail potensi-potensi di daerahnya. Hal tersebut...

Diminta Tegas Tutup Penambangan Ilegal

SEMARANG - Penambangan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang berada di Sukolilo, Jawa Tengah  begitu masif. Padahal secara undang-undang, kawasan tersebut tidak boleh dieksploitasi...