32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Istri Melanggar Marka, Suami yang Ditilang

Penindakan E-Tilang CCTV

SEMARANG-Aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang, kemarin (28/9), mendatangi rumah terduga pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV.  Hal ini sebagai bentuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang dilakukan melalui e-tilang CCTV. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti data pelanggar yang sebelumnya dikirim oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) kepada Satlantas. Kedatangan para petugas pun mendapatkan reaksi beragam dari pemilik kendaraan yang terekam CCTV melakukan pelanggaran aturan lalu lintas.

Salah satunya, Ida Bagus Nyoman WS, warga Jalan Admodirono I, Semarang Selatan. Ia tampak kaget ketika rumahnya didatangi sejumlah aparat kepolisian. Tidak tanggung-tanggung, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi pun ikut menyambangi rumahnya. “Ya kaget, agak takut juga ini. Deg-degan, saya pikir ada apa ini kok ramai-ramai,” akunya.

Saat dikroscek petugas, Ida Bagus mengakui kendaraan mobil Toyota Avanza berpelat nomor H 9181 PR yang terekam CCTV pada Senin (25/9) lalu benar miliknya. Namun saat itu sedang digunakan istrinya, Een Erliana. Pelanggaran yang dilakukan berupa melewati marka atau garis pembatas jalan di traffic light Kaligarang.

Iya, waktu itu dipakai istri saya, sekitas pukul 09.00. Tapi, kebetulan ini yang di rumah hanya saya,” imbuh Ida Bagus, yang saking terkejutnya sampai wajahnya berkeringat.

Ida Bagus menyampaikan, dirinya setuju dengan penindakan melalui e-tilang. Namun ia belum tahu apakah kedepan akan berjalan dengan baik atau tidak. Yang pasti, dengan penindakan dengan mendatangi langsung ke rumah, memberikan efek kejut dan jera bagi pelanggar. “Ya, bagus sistemnya. Cuma belum tahu ke depannya seperti apa? Semoga jalan terus, dan masyarakat juga jadi lebih tertib,” harapnya.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, yang ikut dalam kegiatan penindakan tersebut secara santai memberikan penjelasan kepada Ida bagus bahwa kedatangannya adalah tindak lanjut dari e-tilang CCTV yang sudah diterapkan sejak Senin (25/9) lalu.

“Ini merupakan tindak lanjut penegakan hukum dengan CCTV. Sebelum ditindak, kami konfirmasi apakah yang bersangkutan tersebut menggunakan kendaraannya pada saat terjadinya pelanggaran,” ungkap Yuswanto Ardi di sela kegiatan.

Ardi –sapaan akrabnya–menjelaskan, dalam proses penindakan ini petugas tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Sehingga jika pemilik kendaraan yang didatangi petugas tidak membuat pelanggaran, maka tidak akan dilakukan penilangan. Jika mengakui, maka akan diterbitkan surat tilang dan pelanggar menandatanganinya. Selain itu, petugas akan menyita STNK atau SIM sebagai barang bukti persidangan di Pengadilan Negeri.

Dalam proses penilangan sendiri pihak kepolisian memberikan dua pilihan dalam membayarkan denda.  Pilihan pertama terduga pelanggar bisa membayarkan denda melalui bank BRI. “Kemudian cara kedua, bisa mendatangi sidang yang tanggalnya sudah ditentukan. Jadi, kita memberikan opsi kepada masyarakat tergantung kepentinganyang bersangkutan,” beber Ardi.

Dia mengatakan, mekanisme penilangan seperti ini dirasa sangat membantu di tengah jumlah personel satuannya yang terbatas. “Ini juga merupakan upaya kita untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum tilang, sehingga perilaku penyimpangan oleh anggota di lapangan bisa diminimalisasi,” katanya. (tsa/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here