31 C
Semarang
Kamis, 3 Desember 2020

Tanam 1.000 Pohon Kopi

Menarik

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

WONOSOBO – Gerakan menanam pohon untuk menjaga hulu Daerah Aliran (DAS) Sungai Serayu mulai tampak. Selasa (26/9) lalu, aktivis lingkungan dan warga menanam 1.000 pohon di lahan kas desa, Dusun Gondang, Desa Mlandi Garung. Pohon yang ditanam ialah kopi arabica yang diharapkan selain membuat lingkungan lestari juga ke depan mampu menambah perekonomian warga.

“Kita ingin sungai kita ini (Serayu) tetap bersih dan bisa mengalir sepanjang tahun. Kalau sungai ini terganggu, kasihan kabupaten-kabupaten yang di bawah. Mereka banyak tergantung dengan sungai ini,” kata pengurus Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Aqua, Hanna Aisya di sela penanaman.

Selain minimnya pohon rindang di sepandan sungai, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah juga masih rendah. Perlu komitmen dari masyarakat dan pemerintahan desa setempat untuk menanggapi masalah ini.

“Kalau tak ada pohonan rindang, akan mudah erosi. Kalau banyak sampah akan merusak biota air dan airnya akan tercemar. Jangka panjang akan menjadi masalah serius dan akan sulit dibenahi,”

Aktivis lingkungan lain, Ngabidin menyebut, kondisi air sungai di Wonosobo masuk kategori sangat mengkhawatirkan. Hasil pantauannya, rata-rata sungai di Wonosobo sudah miskin biota air. Yang jadi sebab air sungai tercemar sampah dan terpapar zat-zat kimia.

“Harus kita akui saat ini saja, sungai kita menurun debitnya. Bahkan di beberapa sumber sudah tidak keluar air. Menurut saya sudah waktunya kita harus bergegas memperbaiki lingkungan,” katanya. (cr2/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...