33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

Punya Koin Zaman VOC hingga Uang ‘Kun Fayakun’

Teguh Gunawan, Kolektor Mata Uang Kuno di Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Teguh Gunawan merupakan satu dari sekian banyak numismatis atau kolektor mata uang di Semarang. Yang menarik, dia punya varian mata uang yang cukup lengkap. Dari koin zaman VOC, hingga uang kertas berlafal ‘Kun Fayakun’. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

TEGUH Gunawan mengaku sudah 20 tahun berburu mata uang kuno. Saat ini, ratusan uang dari koin hingga kertas telah disusun rapi di kotak uangnya. Mulai dari uang kuno Indonesia, Belanda (VOC), China, hingga Jepang. Jenis tahunnya pun bervariasi. Seperti benggol, sen, atau golden. Yang paling tua adalah uang zaman VOC keluaran 1790. “Uang itu sudah jarang. Saya mencarinya ke berbagai daerah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari seabrek koleksinya, Teguh menilai ada sejumlah uang kuno yang tergolong spesial. Bahkan punya nilai investasi tinggi. Salah satunya uang kertas Indonesia pecahan Rp 1.000 keluaran 1964. Uang itu berwarna merah dengan gambar Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Di uang itu ada gambar lambang garuda. Bagian depan bergambar tujuh penari Srimpi. Yang patut diperhatikan adalah, uang kuno itu dibubuhi lafal Arab ‘Kun Fayakun’ di samping gambar Soekarno.

Uang kertas itu bisa laku mahal karena bisa bergerak ketika diletakkan di telapak tangan. Secara perlahan, uang akan menggulung sendiri tanpa disentuh. Menurut Teguh, ada banyak versi kenapa uang bisa menggulung sendiri.

Dijelaskan, ada yang menyebut, keistimewaan itu berasal dari lafal ‘Kun Fayakun’. Aksara itu dipercaya secara metafisik, telah diisi energi eterik. Yakni, energi yang bisa bereaksi ketika menangkap panas tubuh. Reaksi itu yang membuat uang kertas menjauhi panas tubuh melalui gerakan melengkung atau menggulung otomatis. “Makanya, ketika ditaruh di benda mati, uangnya diam saja (tidak menggulung),” bebernya.

Ada versi lain yang menyebut, keistimewaan uang bergambar Soekarno merupakan hukum fisika. Sebab, bahan uang ini mengandung material yang bersifat melawan panas. Baik panas tubuh, atau uap.

Dikatakan Teguh, uang pecahan Rp 1.000 ini memang edisi khusus. Bahkan belum sempat beredar. “Karena ada tragedi tahun 1965. Waktu itu kan negara masih kacau,” jelasnya.

Karena alasan itulah, tidak sedikit numesmatis yang ingin mengoleksinya. Banyak juga mereka yang memburunya karena alasan mistis. Percaya bahwa ada hal ghaib yang ada di uang kertas tersebut. Teguh pun meyakini, jika berada di tangan orang uang berniat jahat, uang ini bisa digunakan untuk hal-hal yang berbau supranatural. Seperti pesugihan, santet, dan ilmu hitam lain.

“Makanya banyak paranormal yang mencari uang jenis ini. Bahkan rela mengeluarkan uang jutaan rupiah demi mendapatkan selembar,” terangnya.

Teguh membeberkan, saat ini sangat sulit menemukan uang istimewa tersebut. Dia mengaku hanya punya empat lembar. Itu pun sudah sering ditawar orang dengan alasan untuk syukuran menempati rumah baru. “Saya dapatnya dari kolektor uang kuno 10 tahun lalu,” akunya.

Semua koleksi uang Teguh tidak dinikmati sendiri. Dia siap menerima mahar bagi numismatis lain yang ingin memiliki koleksinya. Biasanya, Teguh mangkal di Pasar Seni Paguyuban Pedagang Barang Seni (Pandangrani), dekat Taman Srigunting, kawasan Kota Lama Semarang. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Iba BBM

Siapa ya yang harus diam-diam bersyukur ada wabah Corona? Sehingga harga BBM tidak segera turun pun tidak ada yang ribut? Pun ketika harga gula naik...

141 Siswa SMP IT PAPB Diwisuda

SEMARANG- Mengakhiri tahun pelajaran 2016/2017, SMP Islam Terpadu PAPB yang beralamat di Jalan Panda Barat 44 Palebon Pedurungan menyelenggarakan pelepasan siswa-siswi kelas IX angkatan...

Kembali ke Tiga Bangunan Biru

Oleh: Dahlan Iskan Saya bisa ke Panmunjom lagi. Rabu minggu lalu. Kali ini dari sisi Korea Utara. Saya pernah ke Panmunjom. Sekitar 35 tahun lalu. Dari...

Bawaslu Tetap Proses Kader PKS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zainudin, terdakwa politik uang yang dibebaskan Pengadilan Negeri (PN) Kendal dipastikan belum bisa bernafas lega. Badan...

Terpacu Kerja Keras

MEMIMPIN lembaga pendidikan agar mampu mencetak siswa-siswa yang unggul, bukanlah pekerjaan mudah. Hal itulah yang berusaha dilakukan oleh Wasi’un, S.PdI, M.PdI. Sejak akhir Agustus...

Tetap Serius Ujian Walau Menumpang

MAGELANG – Seluruh sekolah tingkat SMP se-Kota Magelang, Selasa (2/5), melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Totalnya ada 23 SMP swasta dan negeri dengan...