Pemkab Tak Gelar Tes

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

UNGARAN–Kabupaten Semarang hingga kini belum mendapatkan jatah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Lantaran masih diberlakukan moratorium untuk pemerintah di daerah.

“Kami di daerah belum diberikan formasi pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal kondisi kebutuhan pegawai di Pemkab Semarang saat ini sangat mendesak,” kata Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, Rabu (27/9) kemarin.

Mengingat selama tiga tahun terakhir angka pensiun di lingkungan Pemkab Semarang selalu meningkat. “Tiga tahun yang lalu PNS masih 12 ribuan, dua tahun lalu PNS masih 10 ribuan, satu tahun yang lalu PNS kita masih 9 ribuan. Kini PNS kita tinggal 8.976 orang,” katanya.

Penyumbang jumlah pegawai di lingkungan Pemkab Semarang yaitu tenaga pendidikan dimana mencapai 5000 lebih. Sementara itu, lanjutnya, angka pensiun pegawai juga didominasi oleh tenaga pendidik dan kesehatan.

Catatannya, dalam satu bulan sedikitnya 3 orang pegawai mengajukan pensiun. Kebutuhan inilah yang Pemkab Semarang berharap supaya pemerintah pusat dapat memenuhi kekurangannya. “Kewenangannya sekarag ditarik ke Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aaparatur Negara dan Reformasi Birokrasi),” katanya.

Kebijakan moratorium sudah tidak diberlakukan bagi beberapa kementerian. Sehingga kementerian bisa melakukan perekrutan pegawai. “Selama ini beberapa kementerian diberikan formasi pengadaan CPNS. Kalau pemerintah daerah tidak diberikan formasi,” katanya.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menambahkan kekurangan pegawai yang belum bisa dicover dengan teknologi informasi yaitu tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. “Yang tidak bisa diganti itu guru. Dan rata-rata PNS di SD (Sekolah Dasar) hanya tiga,” katanya.

Untuk mensiasati kondisi itu, kepala sekolah saat ini melakukan pengangkatan wiyata bakti. “Kami selalu melakukan penataan pegawai. Seperti sekdes yang pegawai negeri kami tarik ke kecamatan. Ke depan bisa kami tarik ke dinas-dinas sesuai dan yang membutuhkan,” katanya. (ewb/ida)

Previous articleRumah Kayu Hangus
Next articleBangun Jalan 604 Meter 
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -