33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Bonggol Jati Jadi Unggulan Blora

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BLORA-Melimpahnya akar pohon jati (bonggol) dari 49 persen kawasan hutan dari luas wilayah 1.821,59 km2, Kabupaten Blora terkenal dengan kerajinan bonggol jati. Kini, sisa-sisa akar pohon jati tersebut menjadi ciri khas produk kesenian Kabupaten Blora.

Salah satu perajin bonggol jati, Firdaus, 47, asal Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora mengungkapkan bahwa ciri khas ukir Blora berbeda dengan Kabupaten lain seperti, Bali, Jepara maupun Bojonegoro. Ciri khas olahan bonggol jati dari Blora tidak meninggalkan bentuk asli bonggol. Bentuk ukirannya selalu dilihat dari tekstur akar jati yang akan diolah.

Firdaus pun menyulap bonggol yang berumur ratusan tahun menjadi sebuah ukiran bercerita, ekspresif dan bentuk abstrak hewan. Salah satu ukiran bercerita adalah ukiran Jaka Tarup. Ukiran seharga Rp 300 juta itu dipesan oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dari Firdaus, SBY sudah memesan ukiran dari bonggol jati sekitar 100 unit lebih. “Yang dijual merupakan ukiran yang dipadukan dengan bentuk asli motif bonggol (akar) jati,” ujar Firdaus kepada awak media peserta Lokakarya SKK Migas-KKKS Wilayah Jabanusa, di Blora beberapa waktu lalu.

Bisnis pengolahan limbah kayu jati ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Sebagai bentuk dukungan tersebut, Pemkab membuat kebijakan yang melindungi para perajinnya. “Kayu sebagai bahan dasar kerajinan, berasal dari limbah akar jati yang ada di Blora,” kata pria yang mengaku pernah hidup di jalanan bertahun-tahun ini.

Bisnis pengolahan limbah kayu tersebut kini mengincar pembeli dari luar negeri, mulai Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. Saat ini, Firdaus telah memiliki 20 gudang untuk menampung barang-barang hasil produksinya. Dari kerajinan tersebut, dia bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Dari olahan tangannya, harga seni ukir itu mencapai Rp100 ribu hingga Rp1 miliar. Berbagai bentuk kerajinan yang dihasilkan, di antaranya, patung cukil, perabotan rumah tangga, juga rumah joglo. “Sebagian besar dari penghasilan ini digunakan untuk hak anak yatim,” pungkasnya. (ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BPJS TK Dicatut Penipu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program pemerintah sering dijadikan sebagai modus penipuan. Salah satunya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan yang baru-baru ini dicatut namanya untuk...

Ribuan Pelari Daftar Lomba 10K

SALATIGA – Ribuan pelari mendaftarkan diri dalam lomba lari tingkat nasional yang memperebutkan piala Kemenpora dan piala Ketua DPRD Salatiga. Di antara ribuan pelari...

Jaga Netralitas Penyelenggara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng kembali mengingatkan netralitas penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu cukup...

Residivis Kambuhan Ditangkap Sejak 14 Tahun Sudah Mencuri

WONOSOBO–Amar Satya Ardhi, 20, warga Mirombo, Rojoimo, Wonosobo, kembali ditangkap aparat Polres setempat. Amar diciduk polisi, karena menggelapkan sepeda motor milik temannya. Kasat Reskrim Polres...

Saksi Pergi ke Eropa, Sidang Ditunda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sidang dugaan penerimaan hadiah uang pengurusan hak atas tanah mencapai Rp 8,6 miliar dari pihak ketiga dengan terdakwa mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional...

Bupati Segera Bangun Jembatan Darurat

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Jembatan vital, sebagai penghubung Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus. Jembatan tersebut berada di wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dan...