28 C
Semarang
Minggu, 13 Juni 2021

Kekeringan Meluas, Stok Air Menipis

TEMANGGUNG—Stok air bersih untuk antisipasi kekeringan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung semakin menipis. Tepatnya, tinggal 20 tangki. Padahal, diprekdisikan kemarau masih berlanjut beberapa pekan ke depan. Kepala Seksi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, menyampaikan, per Selasa (26/9) lalu, stok yang ada tersisa 20 tangki. “Duapuluh tangki ini hanya untuk kebutuhan dua hari ke depan. Padahal, kemarau masih panjang dan krisis air bersih masih berlangsung.”

Gito melanjutkan, mengingat dana droping air semakin menipis–sementara kekeringan justru meluas–pihaknya menggandeng dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu droping air. Upaya ini untuk menghemat anggaran droping yang berasal dari APBD. Kapan kemarau berakhir? “Hingga saat ini belum ada surat dan informasi dari BMKG terkait musim kemarau akan berakhir. Jika kemarau masih panjang dan dana sudah habis, kami akan meminta bantuan CSR dari perbankan.”

Selain menggandeng CSR, kata Gito, pihaknya tengah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BNPB untuk meminta tambahan dana droping air. “Untuk bantuan dari provinsi, saat ini masih dalam proses,” pungkasnya. (san/isk)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here