Tanam 1.000 Pohon Kopi

  • Bagikan
REBOISASI: Sejumlah aktivis menanam 100 pohon kopi di Dusun Gondang, Desa Mlandi (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu).
REBOISASI: Sejumlah aktivis menanam 100 pohon kopi di Dusun Gondang, Desa Mlandi (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu).

WONOSOBO – Gerakan menanam pohon untuk menjaga hulu Daerah Aliran (DAS) Sungai Serayu mulai tampak. Selasa (26/9) lalu, aktivis lingkungan dan warga menanam 1.000 pohon di lahan kas desa, Dusun Gondang, Desa Mlandi Garung. Pohon yang ditanam ialah kopi arabica yang diharapkan selain membuat lingkungan lestari juga ke depan mampu menambah perekonomian warga.

“Kita ingin sungai kita ini (Serayu) tetap bersih dan bisa mengalir sepanjang tahun. Kalau sungai ini terganggu, kasihan kabupaten-kabupaten yang di bawah. Mereka banyak tergantung dengan sungai ini,” kata pengurus Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Aqua, Hanna Aisya di sela penanaman.

Selain minimnya pohon rindang di sepandan sungai, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah juga masih rendah. Perlu komitmen dari masyarakat dan pemerintahan desa setempat untuk menanggapi masalah ini.

“Kalau tak ada pohonan rindang, akan mudah erosi. Kalau banyak sampah akan merusak biota air dan airnya akan tercemar. Jangka panjang akan menjadi masalah serius dan akan sulit dibenahi,”

Aktivis lingkungan lain, Ngabidin menyebut, kondisi air sungai di Wonosobo masuk kategori sangat mengkhawatirkan. Hasil pantauannya, rata-rata sungai di Wonosobo sudah miskin biota air. Yang jadi sebab air sungai tercemar sampah dan terpapar zat-zat kimia.

“Harus kita akui saat ini saja, sungai kita menurun debitnya. Bahkan di beberapa sumber sudah tidak keluar air. Menurut saya sudah waktunya kita harus bergegas memperbaiki lingkungan,” katanya. (cr2/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *