32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Beri Pelatihan Wirausaha Kaum Difabel

SEMARANG – Sebanyak 120 kaum difabel diberi pelatihan keterampilan agar mereka bisa menjadi wirausaha. Dengan begitu, mereka yang tidak ditampung di dunia industri, tetap bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Wika Bintang menjelaskan, kegiatan yang melibatkan kelompok tenaga kerja yang rentan ini merupakan salah satu upaya untuk memutus siklus kemiskinan. Caranya dengan memberikan bantuan akses terhadap pengembangan tenaga kerja yang berkualitas.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendapatkan pekerjaan atau sebagai tenaga kerja mandiri,” ucapnya saat Kegiatan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lanjut Usia dan Disabilitas di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017, di Hotel Plaza, kemarin.

Dijelaskan, pelatihan ini untuk memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan tenaga kerja khusus. Selain itu, menguatkan lembaga pelaksana di tingkat kabupaten dan kota dalam rangka mendukung program penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja yang selaras dengan program pengembangan penghidupan yang berkelanjutan.

Tujuan lainnya, adalah meningkatkan kualitas pendampingan kewirausahaan bagi tenaga kerja khusus sehingga terbentuk wirausaha baru. Serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja mandiri dalam membuka dan mengembangkan usaha. “Khusus kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi tenaga kerja, didanai APBN. Selain pelatihan juga diberikan sarana usaha. Dengan begitu, mereka bisa langsung membuka usaha,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko menambahkan, kaum difabel kerap diabaikan dan dipandang remeh oleh sebagian masyarakat. Padahal, mereka bisa mandiri dengan berkarya. Bahkan bermanfaat bagi orang lain. “Mereka bukan kaum yang lemah,” terangnya.

Dia mencontohkan almarhum Doktor Radjiman Widyodiningrat. Meski usianya saat itu sudah lanjut, tapi memiliki semangat, keberanian, dan kearifan memimpin sidang pertama Badan Politik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tidak kalah hebat, tokoh penyandang disabilitas asal Pekalongan Putra Gede, yang mampu menghasilkan karya batik tingkat nasional. Bahkan kayanya terpajang dalam pameran Inacraft 2017 di Jakarta Convention Center.

Mantan Bupati Purbalingga itu juga mendorong semangat para penyandang disabilitas, memberikan motivasi jika mereka tidak sendiri. Apalagi, pemerintah juga terus mengajak partisipasi mereka dengan semangat gotong-royong, baik di lingkup pemerintahan, organisasi organisasi kemasyarakatan. (amh/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here