33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Ditinggal ke Sawah, Rumah Ludes Terbakar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KENDAL—Nur Ridho warga Desa Puguh, RT 2/RW5, Kecamatan Pegandon, ini bernasib nahas. Satu-satunya rumah yang menjadi tempat tinggal dirinya sekeluarga, ludes dilalap si jago merah berikut barang berharga dan perabotan rumah tangga.

Belum diketahui penyebab kebakaran secara pasti. Tidak ada korban jiwa, tapi akibat bencana tersebut, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Mengingat material rumah rata-rata berbahan dasar kayu jati.

Nur Ridho mengaku tidak mengetahui secara persis rumahnya terbakar. Sebab saat kejadian, ia sedang bekerja di sawah sembari mencari kayu bakar. Sementara istrinya, Sruwut Saripah berada di sungai untuk mengambil air. Sedangkan dua anaknya sedang nyantri di pesantren.

Ridho mengaku mengetahui rumahnya terbakar setelah ada tetangganya yang memberitahu. Sebelum terbakar, sempat terdengar suara ledakan yang berasal dari rumah tersebut. Ledakan diduga berasal dari meteran listrik yang korslet. “Yang tahu pertama, Ngatiyem, tetangga saya. Dia dengar suara ledakan lalu keluar rumah dan melihat rumah korban terbakar,” Sugeng Riyadi, perangkat desa setempat.

Kondisi kemarau dan kering serta angin yang kencang membuat api cepat membesar. Api langsung meluluhlantakkan bangunan dengan cepat. Beruntung saat kebakaran rumah, terjadi tiupan angin yang berhembus kencang mengarah ke arah barat, sehingga kobaran apinya tak sampai menyentuh beberapa rumah yang jaraknya berdekatan.

Dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Damkar Kendal yang datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman terhadap bara api puing-puing rumah kayu jati yang ludes terbakar tersebut. “Tadi anginnya kencang dan untungnya mengarah ke barat. Mungkin kalau arah anginnya ke timur, tidak tahu. Bisa jadi, beberapa rumah yang paling dekat dengan rumah korban bisa ikut terbakar,” jelasnya.

Korban Nur Ridho mengatakan bahwa saat rumahnya terbakar dirinya sedang berada di sawah. Ia tidak mengetahui yang menjadi penyebab rumahnya terbakar. Berdasarkan penuturan warga, rumahnya ludes dilalap sijago merah akibat terjadi korsleting listrik. “Syukur alhamdulillah, hewan ternak kambing diselamatkan warga,” kata dia.

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satpol PP dan Damkar Kendal, M Arif Masrukhin mengatakan dalam peristiwa kebakaran rumah ini dua unit mobil Damkar diterjunkan ke lokasi. “Dua mobil damkar langsung kami terjunkan ke lokasi kebakaran. Tetapi, saat diperjalanan sempat terhenti cukup lama, karena ada kereta api yang melintas di perlintasan sebidang yang ada di Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon,” kata dia. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Geluti Bisnis Konveksi

RADARSEMARANG.COM - PELUANG usaha di sektor konveksi dinilai oleh Febriana Ayu Kusuma Dewi cukup menjanjikan untuk digarap. Ia mengaku sudah 4 tahun menekuni usaha...

Malam Ini, Ketoprak Meriahkan LKS di Pati

PATI -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng akan menggelar pentas seni ketoprak di Alun-alun Pati, Selasa (28/11) malam ini. Pergelaran seni semalam suntuk itu untuk...

Luncurkan Aplikasi Konseling

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Para siswa SMAN 2 Kendal aplikasi Samita Arsa. Yakni aplikasi konseling yang digagas oleh para siswa di Pusat Informasi Konseling (PIK)...

Gelar Pasar Murah, Sedia 4.000 Paket Sembako

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran perbankan dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah menggelar pasar murah di Kelurahan Rejosari, Selasa (22/5) kemarin. Kegiatan...

14 Tempat Karaoke Disegel

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Penertiban bangunan liar disepanjang sempadan saluran irigasi antara Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar hingga Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam yang berlangsung dalam dua...

Kayu Rp 2,5 M Terbakar, Dua Warga Terluka

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Pabrik kayu lapis, PT Duta Albasia, di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, terbakar pada Selasa malam (2/1) kemarin. Akibat...