32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Pengusaha Taksi Diajak Join Dengan Transportasi Online

SEMARANG – Masih ada penyedia aplikasi transportasi online yang melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Setidaknya ada dua hal yang tidak dipatuhi, yakni mengenai badan hukum dan jenis kepemilikan SIM.

Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana menjelaskan, penyedia aplikasi transportrasi online memang berhak merekrut siapa saja yang punya kendaraan pribadi untuk menjadi mitra. Termasuk atasnama perorangan. Hanya saja, sesuai PM 26/2017, mereka harus punya badan hukum. “Pelat hitam boleh saja. Tapi kalau perorangan, harus membentuk badan hukum. Bisa berbentuk koperasi, PT, dan lain sebagainya,” ucapnya saat Semiloka Kemenhub di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (26/9).

Selain itu, mitra juga harus punya izin penyelenggaraan angkutan. “Perusahaan aplikasi, juga tidak boleh memberikan aplikasi kepada pemilik kendaraan yang belum memiliki dokumen perizinan. Selama ini memang tidak dilaksanakan. Ini harus diluruskan,” imbuhnya.

Hal lain yang tergolong sebuah pelanggaran adalah mengenai jenis Surat Izin Mengemudi (SIM). Jika pengemudi sedang mengantar penumpang, mereka harus punya SIM A Umum. Sebab sesuai aturan lalu lintas, SIM A diperuntukkan untuk mengendarai kendaraan pribadi roda empat, bukan kendaraan bermotor umum.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut lewat program Semiloka Kemenhub di 12 daerah di Indonesia. Kota Semarang merupakan roadshow perdana Semiloka Kemenhub.

Dijelaskan, program itu juga mengajak para pengusaha taksi pelat kuning join dengan penyedia aplikasi transportasi online. Kolaborasi antara angkutan pelat kuning dan pelat hitam ini digadang-gadang mampu meningkatkan pendapatan mereka. “Sebenarnya kolaborasi ini sudah ada. Di Semarang, Go-Car dengan Blue Bird, begitu juga dengan Grab yang sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan taksii plat kuning. Tapi sepertinya belum maksimal. Karena itu, kami menggelar roadshow agar kolaborasi itu bisa maksimal,” harapnya.

Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Andreano menuturkan, saat ini pihaknya sudah menggandeng banyak pengusaha taksi pelat kuning di Jateng. Seperti Kosti, Atlas, Puri Kencana, Batik Taksi, dan lain sebagainya. Total ada 200 armada taksi pelat kuning yang terdaftar di Grab Jateng.

Ke depan, dia ingin makin banyak pengusaha taksi pelat kuning yang bisa berkolaborasi dengan Grab. Dengan begitu, mereka bisa sama-sama eksis. “Karena mereka semua punya hak (mengangkut penumpang). Asal sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (amh/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here