32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Kenalkan Seni Budaya di Sekolah

SEMARANG – Banyak cara yang dilakukan para guru dalam mendidik siswa-siswanya untuk terus bisa berprestasi. Seperti halnya yang dilakukan oleh SD Negeri 1 Bulugede Kecamatan Patebon Kendal. Di sekolah ini, cara yang dilakukan adalah dengan menanamkan etika dan budi pekerti terhadap murid sejak dini melalui kesenian dan budaya.

“Pemberdayaan budi pekerti, muatan lokal khusus, memperkenalkan wayang sebagai filosofi budaya Jawa. Didalam cerita wayang disitu kan ada etika, ada tokoh Pandawa dan Kurawa. Kalau Pandawa etika baik, kalau Kurawa baik,” ungkap Kepala SD N1 Bulugede Ki Agung Sunardi kepada Jawa Pos Radar Semarang Selasa (26/9) kemarin.

Sunardi menjelaskan, selain didalam pewayangan, di sekolah ini juga terdapat kesenian musik karawitan. Kesenian ini juga bisa menjadi pembelajaran murid dalam menerapkan etika dan budi pekerti. Seperti halnya memainkan alat musik karawitan juga terdapat tatacaranya.

“Menabuh gamelan tidak sembarangan. Harus duduk silau kalau laki laki kalau perempuan simpuk. Kemudian cara bersuara, kalau orang orang nembang itu kan ada aturanya tidak asal mangap mengeluarkan suara,” ujarnya.

Sehingga tak heran, siswa-siswa disini sering menjuarai ajang perlombaan kesenian dan budaya. Antara lain pernah menyabet juara lomba mengenal wayang, mocopat, menari hingga film dan karawitan.”Lomba mengenal wayang memperoleh juara satu tingkat Kabupaten tahun 2016. Lomba Mocopat tingkat kecamatan juara satu, lomba tari juara 3 tingkat kecamatan, lomba dalang dapat juara tiga. Memang dasarnya disini seni,” katanya.

Materi pembelajaran kesenian yang diterapkan kepada siswa ini juga menggunakan modul yang dibuat sendiri. Bahan tersebut diperoleh dari internet yang kemudian dicermati kebeneranya. Selanjutnya diajarkan kepada para siswa.”Modul buat sendiri dari internet kita edit kemudian kita sampaikan kepada anak. Kalau yang kenal wayang dimulai saat kelas 3. Lomba kenal wayang ini baru di kabupaten kendal,” terangnya.

Mencetak siswa yang berkarakter atau berbudi pekerti melalui kesenian ini juga tidak terlepas dukungan serta dorongan dari orangtua murid. Termasuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal yang turut perhatian dan memberikan suport.

“Memang kebudayaan Jawa ini agak berkurang. Tapi dengan adanya lomba wayang ini mulai sedikit-sedikit mulai mengikuti. Guru-guru disini juga ikut lomba mocopat dapat juara 2 tingkat Kabupaten. Kita selalu motivasi kebersamaan saling menghormati dan bertoleransi,” ujarnya.

Laki-laki asal Kulon Progo Yogyakarta yang menjabat Kepala SD N1 Bulugede sejak tahun 2009 ini menambahkan lokasi tempatnya bekerja ini juga kerap dipakai untuk pementasan wayang. Hal ini sebagai bentuk untuk terus melestarikan kesenian budaya Jawa.”Malam Suro kemarin kita wayangan dilapangan sekolahan ini. Kalau dangdut rawan sekali. Sehingga masyarakat disini sangat antusias sekali kalau ada wayangan,” pungkasnya. (mha/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here