Terobos Lampu Merah, Tewaskan Pemotor

273
DISITA : Bus maut yang menabrak pengendara motor hingga meninggal di perempatan Mustika Batang kini diamankan Satlantas Polres setempat (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
DISITA : Bus maut yang menabrak pengendara motor hingga meninggal di perempatan Mustika Batang kini diamankan Satlantas Polres setempat (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG –  Seorang pembonceng motor bernama Tri Harti, 45, warga Karangasem Utara Kecamatan Batang tewas usai ditabrak bus angkutan luar kota yang menerobos lampu merah di perempatan Mustika Jalan Jenderal Sudirman, Batang, Senin (25/9).

Menurut saksi mata sekaligus korban, Murip, 46, kejadian tersebut bermula saat dirinya berniat ke arah Dracik Proyonangan Batang. Namun di tengah jalan atau 20 meter dari lokasi kecelakaan bertemu dengan korban Tri Harti yang sedang jalan kaki dengan membawa helm. “Saya tanya mau kemana, katanya mau ke BNI, tadi sempat bonceng temannya. Karena saya tetangga dekatnya, kemudian saya tawari bonceng motor saya sekalian diantar ke BNI,” ucap Murip sambil terus menangis saat bercerita.

Saat awal naik motor, keduanya masih berhenti karena traffic light menyala merah. Kemudian, saat sudah warna hijau motor langsung digas menyeberang jalan dan belok kanan ke arah BNI. Namun saat akan belok dari arah timur muncul bus Sami Jaya D 7696 AF jurusan Bandung, Cirebon, Semarang dan Solo dengan kecepatan tinggi, dan langsung menabrak motor matik korban.

Keduanya terpental. Helm yang dipakai juga lepas. Murip terjatuh agak jauh sementara korban Tri terjatuh ke dalam kolong bus. Korban meninggal di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala.

“Saya sempat pegang badan korban, hanya berdarah bagian bawah kepala. Saya sangat panik, orang-orang bilang jangan dipegang dulu nunggu ditolong,” ucapnya sambil menahan sakit karena kaki kirinya juga memar.

Lokasi kecelakaan yang tidak jauh dari Mako Satlantas Polres Batang langsung diamankan kepolisian setempat. Jenazah korban kemudian disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang. Keluarga korban yang dihubungi langsung menuju kamar mayat RSUD Batang. Kakak dan sepupu korban, berulang kali pingsan di kamar jenazah karena tak kuasa melihat kondisi korban. Keluarga juga enggan dimintai keterangan karena terus berduka atas kematian mendadak tersebut.

Sampai saat berita ini ditulis, Satlantas Polres Batang belum bisa dimintai keterangan terkait kejadina terserbut. Sopir juga belum bisa dimintai keterangan karena masih diperiksa oleh anggota Satlantas. (han/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here