Siapkan Lulusan Bersaing di Pasar Bebas

118
SIAP KE DUNIA KERJA : Direktur AIS Muhammadiyah, Wellie Sulistiyanti (tengah) ketika melelakukan proses wisuda ke-XXIII 2017 di Hotel Patra Jasa Semarang (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SIAP KE DUNIA KERJA : Direktur AIS Muhammadiyah, Wellie Sulistiyanti (tengah) ketika melelakukan proses wisuda ke-XXIII 2017 di Hotel Patra Jasa Semarang (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang konsen di pendidikan ahli statistik, Akademi Ilmu Statitika (AIS) Muhammadiyah Semarang menggelar wisuda ke-XXIII 2017 di Hotel Patra Jasa Semarang, Senin (25/9). Para lulusan ini diharapkan siap berkiprah di masyarakat luas.

Direktur AIS Muhammadiyah Semarang, Wellie Sulistiyanti mengatakan para alumni sangat dibutuhkan di semua bidang baik di instansi pemerintahan maupun swasta. Dari 40 mahasiswa yang diwisuda, lulusan dari AIS Muhammadiyah hanya membutuhkan waktu empat bulan sebagai masa tunggu sebelum memasuki dunia kerja.

“Untuk serapan lulusan AIS Muhammadiyah ini sangat baik sehingga dapat diterima langsung oleh masyarakat. Sampai tahun ini universitas sudah meluluskan 1.323 alumni yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dalam bidang swasta, industri dan yang lain,” katanya.

Terkait tantangan kerja, ia mengaku tidak ada masalah yang terlalu memberatkan. Sebab AIS Muhammadiyah adalah satu–satunya universitas swasta yang memiliki jurusan D3 Statistik, di mana biasanya jurusan serupa hanya terdapat di perguruan tinggi negeri. Sebagai lulusan ahli statistik terapan (vokasi), dengan bidang kompetensi pada statistik ekonomi dan statistik pemerintahan menjamin lulusannya siap berkompetisi di era persaingan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN. “Jadi rata–rata lulusan D3 Statistik ini masih dibutuhkan karena langka. Hampir semua pemerintahan, semua kota maupun kabupaten memiliki dinas statistik, sehingga mereka sangat membutuhkan alumni kami,” terangnya.

Ia menerangkan sebanyak 45 persen lulusan AIS Muhammadiyah bekerja di pemerintahan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan untuk yang bekerja di institusi swasta sebagai quality control, surveyor, maupun industri. “Lulusan kami ada yang bekerja Badan Pusat Statistik (BPS) Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, beberapa rumah sakit, dan instansi swasta. Mereka memiliki peranan penting lantaran berperan dalam olah data perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis VI, DYP Sugiyarto menjelaskan, masuknya Indonesia di era pasar bebas menuntut kompetensi di setiap lulusan pendidikan tinggi. Selain itu, pendidikan tinggi juga harus menyiapkan lulusannya untuk tidak hanya terampil pada skill tapi juga menguasai bahasa asing. “AIS juga tengah berusaha untuk menaikkan akreditas program studi dari tiap jurusan yang ada terutama untuk pengembangan prodi vokasi,” paparnya.

Ia menambahkan pihak Kopertis berupaya agar setiap prodi yang ada di AIS minimal mendapatkan akreditasi B. Sebagai upaya meningkatkan akreditasi setiap prodi juga dapat meningkatkan jumlah lulusan AIS Muhammadiyah yang diterima kerja. (den/mg41/mg44/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here