33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Meniti Prestasi Atlet Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Kejuaraan Bulutangkis USM Wali Kota Open ke 44 tahun 2017 mendapat sambutan baik dari para pelatih PB di Semarang. Adanya kelas madya menjadi kesempatan tersendiri bagi para pebulutangkis untuk meniti prestasi mereka.

Pelatih PB Gatra Pino Dwi Artono mengatakan bahwa tidak mungkin pebulutangkis langsung terjun dan berhadapan dengan atlet nasional. Kesempatan ini menjadi peluang bagi para pelatih menerjunkan pebulutangkisnya untuk memulai pertandingan dari tingkat awalan.

“Bisa kita bayangkan kalau yang baru-baru langsung ditandingkan di tingkat nasional. Adanya kelas madya ini menurut saya sangat bagus dan patut diapresiasi,” ujar Dwi.

Dwi melihat di Semarang jarang ada kejuaraan tingkat nasional yang mempertandingkan kelas madya. Sehingga dengan adanya kejuaraan ini, menjadi satu kesempatan bagi pebulutangkis baru, terutama dalam mengasah mental tandingnya.

“Kejuaraan seperti ini kan juga menjadi ajang untuk mencetak cikal bakal atlet. Memang harus ada madya nya dulu,” ujarnya.

“Kalau bisa setiap kejuaraan harus ada madya, kecuali sirnas,” imbuh dia.

Senada, pelatih PB Tugu Muda Semarang mengatakan bahwa seringnya digelar kejuaraan akan memacu semangat pebulutangkis untuk menjadi juara. Ia mengatakan, anak-anak semakin bersemangat ketika ada kejuaraan yang akan dihadapi.

“Mereka berlatih untuk menjadi juara. Semangat mereka akan semakin terpacu,” ujar pelatih yang mampu mengantarkan anak didiknya menjadi juara di kelas usia dini putra madya pada kejuaraan ini.

Tidak hanya pelatih, para pemain juga sangat menyambut baik adanya kejuaraan ini. Jeslyn Sherly Calista menilai bahwa melalui kejuaraan dirinya bisa mengasah kemampuan dengan bertemu pebulutangkis dari PB lain.

“Kalau latihan hanya ketemu teman-teman. Ini bisa mengetahui kemampuan pebulutangkis PB lain. Dari situ kita juga bisa meningkatkan skill kita. Tambah pengalaman dan jam terbang,” ujar perempuan yang menjuarai kelas Tunggal Remaja Putri pada kejuaraan ini. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PPS Diduga Jadi Anggota Parpol

UNGARAN – Diduga terlibat dalam keanggotaan partai politik (parpol), seorang Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Sumowono diperiksa oleh Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Semarang. PPS...

6 Bulan Menetap, Belum Lapor RT

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Ageng Nugroho, 30, warga RT 4 RW 5 Desa Binorong Kecamatan Bawang, Banjarnegara sudah 6 bulan mengontrak rumah di Jalan Secang-Temanggung...

Berpotensi Pendidikan ke Luar Negeri

SEMARANG - Mahasiswa kedokteran usai disumpah dilarang bekerja atau membuka praktik tetapi harus magang selama setahun di rumah sakit dan puskesmas. Hal itu sudah...

Targetkan 2030 Demak Bebas HIV/AIDS

DEMAK - Pemkab Demak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menargetkan pada 2030 Kabupaten Demak bisa bebas (free zero) penyakit HIV/AIDS. Karena itu, banyak hal...

Kejurnas Jadi Pemanasan Sebelum PON

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Tengah menyeleksi 33 pemain yang nantinya akan diikutkan Kejuaran Nasional (Kejurnas) Sepak Takraw di Jakarta...

Dua Rumah Longsor dan Jembatan Putus

KENDAL—Bencana longsor di Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo selain mengakibatkan akses jalan tertutup ternyata juga mengakibatkan dua rumah di Dusun Kalidapu, Desa Kaliputih roboh. Bencana...