33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Istri Jadi TKW, Kakek Cabuli Anak Tetangga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Merasa kesepian karena ditinggal sang istri kerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia, seorang kakek berusia 60 tahun mencabuli, tetangganya sendiri yang masih dibawah umur. Orang tua korban yang tidak terima akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kini Suharmanto, sang kakek, telah diamankan di Mapolres Kendal, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar menjelaskan, terungkapnya kasus pencabulan ini setelah GY, ayah korban melapor ke Polres Kendal. Kronologi kejadian bermula sekitar Februari lalu. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban yang masih berusia 15 tahun datang ke rumah Suharmanto untuk main bersama anak-anak pelaku.

Namun saat itu rumah pelaku dalam keadaan sepi, karena anak-anak belum pulang sekolah. Saat itulah pelaku langsung mengajak korban masuk ke dalam kamarnya. Suharmanto selanjutnya mencabuli dan menyetubuhi korban. “Setelah itu korban kembali ke rumahnya,” kata Aris, kemarin (25/9).

Paska kejadian tersebut, ibu korban SL mendapati uang sebanyak Rp 150 ribu  di dalam tas sekolah korban. Lantaran merasa curiga asal uang, SL menanyakan  kepada PNH dari mana uang tersebut. “Saat itulah korban bercerita kepada ibunya, jika uang terebut diperoleh dari Suharmanto tetangganya,” tuturnya.

Korban mengaku kerap diberi uang Suharmanto karena sering dicabuli dan disetubuhi. Bahkan setelah dicabuli, pelaku selalu memberikan sejumlah uang kepada korban. “Menurut pengakuan korban, korban kerap disetubuhi sudah sejak 2014 silam,” jelasnya.

Akibat kejadian, orang tua korban yang tidak teria melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendal.
Pelaku menjerat tersangka dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 82 ayat 1 Undang-undang (UU) RI 17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI 01/2017 tentang perubahan kedua atas UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.  Yakni dengan tuduhan melakukan ancaman, kekerasan serangkaian kebohongan, membujuk atau memaksa anak di bawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan. “Ancaman pidana maksial 15 tahun penjara,” tambahnya.

Sementara Suharmanto, mengaku, melakukan pencabulan lantaran merasa kesepian karena sudah bertahun-tahun ditinggal istrinya bekerja sebagai TKW di Malaysia. Seingatnya, ia sudah melakukan persetubuhan sebanyak tujuh kali.

“Saya tidak pernah memaksa atau mengancam, korban yang datang ke rumah saya. Saya memang memberikan uang, karena korban memang sering minta uang kepada saya.  Tapi saya menyesal karena telah melakukan perbuatan hina itu,” akunya. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pak Dirman : Korupsi Itu Budaya Kuno

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menyatakan bahwa korupsi adalah budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Di era informasi seperti saat ini, kejahatan...

Syawalan, Bagikan 1,4 Ton Lopis

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sudah menjadi tradisi sejak turun termurun di Kota Pekalongan, tepatnya daerah Krapyak Pekalongan Utara, digelar bagi-bagi lopis raksasa, saat peringatan Syawalan...

Kontraktor Nakal, Asal Tawar Harga Terendah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sejumlah kontraktor yang mengikuti lelang di Kota Semarang patut diwaspadai. Mereka merusak anggaran Pemkot Semarang dengan cara mengikuti lelang pekerjaan proyek, dengan berani...

Kebocoran Parkir Dimakan Jukir

KENDAL—Dinas Perhubungan Kendal mengakui banyak kebocoran dalam pengelolaan parkir di Kendal. Kebocoran disinyalir karena lemahnya manajemen dalam pengelolaan titik parkir dan banyaknya juru parkir...

Petani-Pedagang Musnahkan Bawang Merah Tolak Impor Bawang Merah

TEMANGGUNG—Puluhan petani dan pedagang Pasar Legi Parakan menggelar aksi di halaman samping utara Pasar Legi, Kamis (16/3) kemarin. Mereka menolak impor bawang merah di...

Pemkot Akan Luncurkan Pelaporan Satu Nomor       

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Stastitik dan Persandian (Diskominfo) akan meluncurkan program pelaporan satu nomor telepon gratis, yakni di...