33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Asuransikan 10 Ribu Nelayan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan yang ada di Kecamatan Wononerto, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (25/9) mengikutsertakan 10 ribu nelayan dalam program Asuransi Perlindungan Nelayan yang dibiayai pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Bupati Asip ketika membuka acara sedekah laut atau nyadran yang diadakan nelayan Kecamatan Wonokerto. Dia mengungkapkan saat ini Pemkab Pekalongan tengah melakukan validasi program asuransi perlindungan kepada 2.000 dari 10 ribu nelayan yang tercatat pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya dalam tahun 2017 ini,  sebanyak 10 ribu nelayan akan diikutkan dalam program Asuransi Perlindungam Nelayan yang preminya sebesar Rp 200 ribu dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang dibayarkan kepada Jasindo.

“Dengan ikut asuransi ini, nelayan yang mengalami musibah dan meninggal di laut akan mendapatkan santunan sebesar Rp 200 juta, dan mendapatkam santunan Rp 140 juta jika meninggal dunia di darat. Untuk itu nelayan yang belum ikut asuransi, segera ke TPI untuk mendaftar atau ke Dinas Perikanan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan sepinya transaksi penjualan ikan di TPI Wonokerto karena adanya jalan rusak yang menuju TPI Wonokerto.Sehingga pedagang ikan enggan datang ke TPI. Untuk itu pihaknya akan memperbaiki jalan rusak tersebut, serta memperbaiki infrastruktur lainnya untuk mendongkak penjualan ikan di TPI Wonokerto. “Dalam bulan Oktober tahun ini, perbaikan jalan rusak selesai, dan TPI akan kembali ramai,sedangkan tahun 2018 mendatang Pemda akan melakukan revitalisasi terhadap TPI Wonokerto sehingga menjadi salah satu TPI terbaik yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Indonesia Kabupaten Pekalongan, Wiranto menjelaskan sedekah laut atau nyadran adalah bentuk rasa syukur yang dilakukan nelayan dalam setahun sekali, serta berharap adanya keberkahan pada tahun depan dalam menangkap ikan.

Menurutnya dalam setahum terakhir pendapatan nelayan turun jjka dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan adanya jalan rusak yang menuju TPI. “Kami harap adanya perbaikan jalan menuju TPI untuk segera selesai, sehingga TPI Wonokerto kembali ramai seperti dulu” jelasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lestarikan Lingkungan dan Beri Nilai Tambah

SEMARANG – Sebanyak 13 ribu benih ikan ditabur di parit Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Senin (18/9). Pelepasan belasan ribu benih ikan tersebut dilakukan Wakil...

Tradisi 200 Tahun

Pengurus masjid menuangkan bubur yang disebut Bubur India ke dalam mangkuk-mangkuk untuk hidangan berbuka puasa di Masjid Jami’ Pekojan Semarang, Minggu (28/5) kemarin. Sebanyak...

Menristek Minta Rektor-Rektor Tindak Tegas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tingggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta seluruh rektor di Indonesia tegas menindak penyebar paham radikalisme hingga aksi terorisme...

Makam Tergusur Tol Segera Direlokasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebuah makam seluas kurang lebih 5.300 meter persegi yang tergusur pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang, tepatnya di dekat terowongan Plampisan, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang,...

Sempat Flu Berat karena Cuaca Minus 3 Derajat Celcius

Novia Mungawanah tercatat sebagai mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) yang mendapatan kesempatan mengikuti Indonesia Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS) di CHIBA University Jepang. Ia mengaku...

Komitmen Antikorupsi Masih Verbalisme

SEMARANG - Penandatanganan integritas antara pemkab/pemkot di Jateng dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pendidikan langsung kepala daerah di kantor KPK, agaknya bukan jaminan...