32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Jadikan Selokan Sebagai Kolam Ikan

SEMARANG– Pemkot Semarang tengah gencar menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Setelah menjalankan kampung tematik untuk mengangkat potensi suatu kampung, kini mendorong gerakan masyarakat untuk merawat saluran atau selokan melalui program tebar benih ikan di saluran.

Puluhan ribu bibit ikan bakal dilepaskan di saluran warga. Sejauh ini sudah ada dua titik saluran yang menjadi sasaran pemkot dalam pelepasan bibit ikan. Pertama di Karangmalang, Mijen, kemudian Senin (25/9) kemarin, melepas 20 ribu bibit ikan di saluan irigasi Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

“Tahap selanjutnya kami akan sebar bibit ikan di saluran Lamper, Semarang Selatan. Target kami di akhir tahun ini ada 16 titik atau masing-masing kecamatan ada satu saluran yang kami beri bibit ikan,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melepas bibit ikan.

Melalui kegiatan ini, wali kota yang akrab disapa Hendi ini, ingin memunculkan sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat, supaya warga mendapatkan nilai tambah dari lingkungan sekitar. Kegiatan tabur ikan ini sekaligus untuk merawat drainase di lingkungan masing-masing.

“Dengan gerakan ini diharapkan masyarakat semakin peduli untuk merawat saluran. Karena saluran kotor dan tercemar maka ikan tidak bisa hidup,” ujarnya.

Dengan menabur ikan ini, lanjut Hendi,  tiga atau empat bulan ke depan hasil bisa dipanen. Pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Apakah nanti hasilnya akan dibakar atau dijual dan hasilnya untuk pembangunan sekitar juga boleh,” tandasnya.

Prinsipnya ekosistem harus dijaga bersama-sama, karena saluran bukan hanya milik pemerintah, tapi juga milik masyarakat, sehingga harus dijaga bersama-sama. “Mudah-mudahan tidak hanya berhenti di 16 titik saja, di kampung lain yang masyarakatnya peduli dan punya saluran yang cukup baik, bisa kita bantu lewat benih ikan dari Dinas Perikanan atau CSR perusahaan,” imbuhnya.

Hendi juga berharap masyarakat bisa aktif melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait saluran yang tercemar limbah pabrik atau perusahaan. “Bisa mencari sumber limbah yang buat saluran kotor, kemudian koordinasikan dengan DLH, sehingga kita bisa menegur perusahaan yang membuang limbah sembarangan. Sehingga mereka bisa melakukan pengelolaan limbah,” harapnya.

Sementara itu, Camat Tugu Zenuarso, mengatakan saluran di Jalan Irigasi Utara, Mangkang Kulon, memiliki panjang 500 meter, namun yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan sepanjang 100 meter. Pihaknya sudah membentuk KSM Banyi Resik Barokah untuk merawat benih-benih ikan hasil CSR tersebut. “Ada 20 ribu benih ikan, dari Apindo Semarang 10 ribu, PT Sandang Asia 5 ribu, Dinas Perikanan 2 ribu, warga 3 ribu. Paling banyak jenis nila merah dan lele,” ujar Zenuarso, sembari menambahkan, kualitas air di saluran tersebut dijamin bebas limbah. (zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here