Tewas Terlindas KA

7 Penyeberangan Tak Berpalang Pintu

209
TERSAMBAR KERETA API: Petugas Polsek Sragi Polres Pekalongan saat melakukan evakuasi warga yang tersambar kereta api barang di Desa Tanjungsari Siwalan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERSAMBAR KERETA API: Petugas Polsek Sragi Polres Pekalongan saat melakukan evakuasi warga yang tersambar kereta api barang di Desa Tanjungsari Siwalan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali memakan korban, seorang pengendara sepeda onthel, Sabtu (23/9) kemarin. Kali ini terjadi di Dukuh Gempol Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Kejadian bermula ketika seorang lelaki paruh baya, 52, yang tidak diketahui identitasnya, hendak melintas di tempat penyeberangan lintasan kereta api di Dukuh Gempol. Namun saat akan menyeberang dengan menuntun sepeda onthelnya, tiba tiba dari arah barat atau Jakarta, melintas dengan kecepatan tinggi kereta api barang Loko Nomor 2017714. Sontak, orang tersebut bersama sepeda onthelnya terpental dan tewas di lokasi kejadian.

Agus Junaedi, sang masinis langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi dan langsung melakukan evakuasi. Lokasi kecelakaan, tepatnya di kilometer 96+9/0 yang masuk wilayah Dukuh Gempol Desa Tanjungsari Kecamatan Siwalan.

Menurutnya, sebelum kejadian, pihaknya dari jauh sudah membunyikan klakson berulang kali. Sedangkan untuk melakukan pengereman, sangat tidak memungkinkan karena jarak yang terlalu dekat. “Korban tiba tiba muncul dan akan menyeberang. Saya sempat kaget dan akhirnya tersambar kereta,” ungkap Agus.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengatakan bahwa ada 7 lokasi tempat perlintasan kereta api di Kabupaten Pekalongan yang tidak berpalang pintu, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Ketujuh perlintasan tidak berpalang pintu tersebut, berada di Desa Tanjungsari 2 perlintasan, Desa Samborejo 2 perlintasan, Desa Dadirejo 1 perlintasan dan 2 perlintasan lainnya di Desa Siwalan.

“Kami sudah berulang kali mengajukan anggaran ke DPRD untuk pembuatan palang pintu di perlintasan tersebut. Namun selalu ditolak dengan alasan belum perlu. Namun seringnya terjadi kecelakaan, kami harap hal ini jadi pertimbangan tersendiri bagi anggota dewan untuk mengabulkan pengajuan anggaran kami,” kata Muhlisin.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Dahyar menjelaskan bahwa Poksek Sragi telah menerima laporan orang tersambar kereta api di Desa Tanjungsari dan tewas di lokasi. Korban telah dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Kraton. Sedangkan barang bukti berupa sepeda onthel dan sandal jepit warna buri sudah diamankan. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga jika sudah diketahui identitasnya. “Identitas korban belum teridentifikasi,” jelas AKP Dahyar. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here