33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Tewas Terlindas KA

7 Penyeberangan Tak Berpalang Pintu

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

KAJEN-Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali memakan korban, seorang pengendara sepeda onthel, Sabtu (23/9) kemarin. Kali ini terjadi di Dukuh Gempol Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Kejadian bermula ketika seorang lelaki paruh baya, 52, yang tidak diketahui identitasnya, hendak melintas di tempat penyeberangan lintasan kereta api di Dukuh Gempol. Namun saat akan menyeberang dengan menuntun sepeda onthelnya, tiba tiba dari arah barat atau Jakarta, melintas dengan kecepatan tinggi kereta api barang Loko Nomor 2017714. Sontak, orang tersebut bersama sepeda onthelnya terpental dan tewas di lokasi kejadian.

Agus Junaedi, sang masinis langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi dan langsung melakukan evakuasi. Lokasi kecelakaan, tepatnya di kilometer 96+9/0 yang masuk wilayah Dukuh Gempol Desa Tanjungsari Kecamatan Siwalan.

Menurutnya, sebelum kejadian, pihaknya dari jauh sudah membunyikan klakson berulang kali. Sedangkan untuk melakukan pengereman, sangat tidak memungkinkan karena jarak yang terlalu dekat. “Korban tiba tiba muncul dan akan menyeberang. Saya sempat kaget dan akhirnya tersambar kereta,” ungkap Agus.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, mengatakan bahwa ada 7 lokasi tempat perlintasan kereta api di Kabupaten Pekalongan yang tidak berpalang pintu, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Ketujuh perlintasan tidak berpalang pintu tersebut, berada di Desa Tanjungsari 2 perlintasan, Desa Samborejo 2 perlintasan, Desa Dadirejo 1 perlintasan dan 2 perlintasan lainnya di Desa Siwalan.

“Kami sudah berulang kali mengajukan anggaran ke DPRD untuk pembuatan palang pintu di perlintasan tersebut. Namun selalu ditolak dengan alasan belum perlu. Namun seringnya terjadi kecelakaan, kami harap hal ini jadi pertimbangan tersendiri bagi anggota dewan untuk mengabulkan pengajuan anggaran kami,” kata Muhlisin.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Dahyar menjelaskan bahwa Poksek Sragi telah menerima laporan orang tersambar kereta api di Desa Tanjungsari dan tewas di lokasi. Korban telah dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Kraton. Sedangkan barang bukti berupa sepeda onthel dan sandal jepit warna buri sudah diamankan. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga jika sudah diketahui identitasnya. “Identitas korban belum teridentifikasi,” jelas AKP Dahyar. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Terpergok Bobol Apotek, Babak Belur Dimassa

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Percobaan pencurian oleh Wahyu Subroto, 45, di Apotek Mitra Sehat, Desa Klampok, Kecamatan Godong, diketahui oleh pemiliknya. Akibatnya, warga RT 2/RW...

Panen Tebu Dijual ke Jatim

SEMARANG  - Kesejahteraan para petani tebu di Jateng masih minim. Dewan mulai menggagas rancangan perda tentang rendemen. Ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan...

Wirausahawan Perempuan, Tekan Bekerja di Luar Negeri

RADARSEMARANG.COM, KLATEN-Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah bertekad meminimalisasi kaum perempuan di provinsi ini bekerja di luar negeri. Utamanya untuk pekerjaan domestik. “Akan lebih...

Salatiga Harus Punya Daya Tarik

SALATIGA – Pembukaan jalan tol Semarang-Solo dikhawatirkan akan ‘mematikan’ Kota Salatiga. Sebab banyak pengendara mobil yang memilih melintas di jalan tol sehingga tidak mampir...

Dorong MA Tetapkan Aturan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Semarang Raya sepakat mendukung langkah Lembaga Bantuan...

Wujudkan Smart City, Pemkab Kerjasama dengan Telkom

BATANG–Pemkab Batang mengandeng PT Telkom dalam mewujudkan program Smart City dan Smart Village. Penandatanganan kerjasama tersebut diwujudkan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan...