Non Unggulan Beri kejutan

DJARUM FOUNDATION KEJUARAAN BULU TANGKIS USM WALIKOTA CUP OPEN KE-44

NON UNGGULAN JUARA: Pemain non unggulan tunggal pra dini putri Jane Maira Faiza dari klub Kartika Purwokerto mampu mengalahkan unggulan satu Angelice Quinsha Helena dari Berkat Abadi Salatiga 17-21, 15- 21 (TAUFIQ RIKOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
NON UNGGULAN JUARA: Pemain non unggulan tunggal pra dini putri Jane Maira Faiza dari klub Kartika Purwokerto mampu mengalahkan unggulan satu Angelice Quinsha Helena dari Berkat Abadi Salatiga 17-21, 15- 21 (TAUFIQ RIKOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Pemain unggulan pertama tunggal pra dini putri, Angelice Quinsha Helena dari Berkat Abadi Salatiga, takluk di partai final Djarum Foundation Kejuaraan Bulu tangkis USM Walikota Cup Open Ke-44 Kota Semarang saat bertemu Jane Maira Faiza dari Kartika Purwokerto. Angelice kalah melalui pertandingan dua game 17-21, 15- 21.

Pelatih sekaligus Oficial klub Berkat Abadi Salatiga, Bayu Angky Anggono, mengungkapkan, kekalahan Helena pada pertandingan final kali ini karena power lawan tampak lebih dominan. Sehingga, membuat smash ataupun pergerakan lawan susah untuk diantipasi. Namun demikian, perlawanan yang ditunjukkan Helena sebenarnya  tidak kendur. Bahkan saat babak pertama, Helena sempat menyamakan skor 1-17-17, meski akhirnya gagak untuk menambah angka.

“Secara teknik, kemampuan Helena menurut kami berimbang dengan lawannya. Tapi karena faktor power lawan yang memang tampak lebih besar, performance Helena cepat terkuras untuk melayani permainan,” ungkapnya usai menunggui pemainnya bertanding di gedung olahraga (GOR) Prof Sudarto, kompleks kampus Universitas Semarang (USM), Minggu (24/9) petang.

Bayu Angky Anggono, menambahkan, kedua pemain tersebut sebelumnya sering ketemu di partai final pertandingan-pertandingan lain. Diakui, lawannya memang lebih banyak memetik kemenangan. Baik kejuaraan open tingkat jateng dan nasional. “Kami masih memaklumi kekalahan Helena ini karena tingkat usianya masih awal. Untuk tingkat usia berikutnya, kami optimis bisa lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, di bagian putra, pebulutangkis dari Purwokerto lainnya, Satria Adi Nugroho asal klub Bina Taruna, mampu memenangi laga final melawan Dexter Delion asal klub Matahari Terbit Semarang. Satria Adi juga memetik kemenangan dua set langsung 21-6, 21-18. Dalam pertandingan, Dexter yang mencoba menyamakan posisi di babak kedua, hanya mampu menambah 1 angka saat unggul 17-15. (fiq/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here