33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Koleksi Buku Donasi para Pendaki hingga Sujiwo Tejo

Agung Supriyanto Widadi, Merintis Perpustakaan Gratis di Kaki Gunung Merbabu

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Sebuah perpustakaan umum didirikan di kaki Gunung Merbabu. Namanya Perpus Gunung. Tempat baca ini didirikan oleh pendaki gunung yang singgah di Desa Thekelan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang. Seperti apa?

NATHAZA AYUDYA

BUDAYA membaca masyarakat tengah digenjot. Ini bagian dari budaya literasi. Sebab, dengan membaca, wawasan akan bertambah. Di desa-desa, budaya membaca masih minim. Apalagi bagi mereka yang tinggal di kaki gunung. Hal itu yang menginspirasi seorang pendaki gunung merintis perpustakaan.

Dialah Agung Supriyanto Widadi, pendaki gunung asal Salatiga. Pria 30 tahun ini merintis rumah baca  di Desa Thekelan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang. Desa ini terletak di jalur pendakian menuju Gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 1.600 Mdpl.  Karena letaknya di kaki gunung, Agung pun memberi nama rumah baca itu Perpus Gunung, yang diresmikan pada 25 Maret 2017 lalu.

Menurut Agung, sebagai pendaki dirinya tidak hanya mencintai alam, tetapi juga ingin menebar virus literasi kepada masyarakat yang masih terisolasi. Karena itulah, ia mendirikan perpustakaan tersebut. Saat awal dirintis, perpustakaan ini hanya memiliki koleksi buku 50 buah. Namun setelah hampir setengah tahun berdiri, sekarang memiliki 800 lebih koleksi buku yang tertata rapi di rak-rak sederhana.

“Koleksi buku di Perpus Gunung didapat dari donasi para pendaki, termasuk para pegiat lingkungan, guru, dan seniman,” tutur Agung kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dalam pengelolaannya, pria yang berprofesi sebagai ilustrator media online ini dibantu oleh beberapa kerabatnya, di antaranya Zakim, Gabo, Andri, Agnes, Bento, Yoyok, dan salah satu personel Komunitas Peduli Putra Syarif (KOMPAS) yang menunggui basecamp tersebut.

Menurut Agung, dibukanya Perpus Gunung ini diapresiasi warga yang tinggal di dekat basecamp Thekelan. Perpus Gunung yang dibuka setiap hari, rata-rata dikunjungi  hingga 35 orang per hari. Tidak hanya anak-anak usia sekolah saja, tapi juga para pemuda desa, termasuk para orangtua. Tidak jarang pula para pendaki yang akan melakukan pendakian di Gunung Merbabu lewat Thekelan singgah di Perpus Gunung. “Perpus Gunung ini memang terbuka untuk siapa saja. Membaca di Perpus Gunung juga tidak dipungut biaya,” kata Agung sembari menambahkan jika perpustakaan yang dikelolanya memiliki slogan “Mendaki Budaya Membaca.”

Selain mengembangkan budaya membaca dan literasi, di perpustakaan ini juga dibuka kelas Bahasa Inggris, diskusi buku, belajar menggambar, dan workshop handycraft. Pesertanya anak-anak warga setempat. Gerakan budaya membaca dan literasi ini didukung oleh seniman Sujiwo Tejo. Bahkan, ia ikut berpartisipasi dalam peresmian Perpus Gunung dan mendonasikan buku karyanya.

Saat ini, Perpus Gunung masih menempati basecamp Thekelan. Rencananya, ke depan akan dipindah di bangunan baru berupa rumah bambu. Rumah bambu tersebut akan dibangun di sebelah basecamp, dan terdiri atas dua tingkat. Bagian bawah akan dipergunakan untuk parkir kendaraan, sedangkan tingkat kedua diperuntukkan sebagai perpustakaan Perpus Gunung serta ruang berdiskusi.

Perpus Gunung yang terbilang masih baru ini menginspirasi komunitas pendaki lainnya untuk membangun perpustakaan di kaki gunung. Rencananya, dalam waktu dekat akan didirikan perpustakaan di kaki Gunung Andong oleh beberapa komunitas pendaki. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Motor Vario Tampil Baru

SEMARANG – Penjualan motor jenis matic yang tinggi, membuat PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan inovasi berupa menyegarkan tampilan New Honda Vario eSP. Perbaruan...

Bangga Pernah Jadi Mayoret Wira Amur

SERDA Anggun Septi Anggraini tergolong perempuan yang tangkas dan luwes. Anggota Kowad yang bertugas di Satuan Logistik, Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) Ahmad Yani Semarang...

Melongok Jemparingan di Balkondes Wringinputih

Balai ekonomi desa (Balkondes) Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dilengkapi arena olahraga tradisional. Jenisnya panahan atau biasa disebut jemparingan. JEMPARINGAN merupakan olahraga panahan. Yang membedakan,...

Makna Damai Takbir

PADA 1 syawal kita semua akan merayakan Idul Fitri. Hari yang merupakan simbol kemenangan atas perjuangan kita berpuasa selama sebulan penuh, hari yang menggambarkan...

Peta Politik Pilgub Bakal Berubah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Peta politik diperkirakan bakal berubah setelah PDIP  mengumumkan pasangan calon (paslon) yang bakal diusung pada bursa Pilgub Jateng 2018 mendatang. Sebab,...

Pesonna Hotel Siap Bersaing

SEMARANG - Persaingan hotel di Kota Semarang bakal semakin ketat. Pasalnya, perusahaan pelat merah juga merambah dunia perhotelan, salah satunya PT  Pegadaian yang membuka...