33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Bangun Jaringan, Peka Terhadap Peluang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Di zaman yang serba instan ini mahasiswa harus memiliki kompetensi lebih agar dapat merebut peluang kerja. Mahasiswa harus berkualitas. Sebab dengan memiliki kualitas mahasiswa akan memiliki bekal dalam pertarungan dunia kerja. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono ketika berbicara dalam pelatihan kader dasar PMII Cabang Magelang di Ponpes Raudlatut Thulab Tempuran Magelang kemarin (21-23/9).

Lebih lanjut dikatakan, berkualitas yang dimaksud adalah kualitas keilmuan, profesional, skill dan berkualitas kreativitasnya. “Selain itu mahasiswa harus mengembangkan networking. Mahasiswa yang pintar dan berkualitas, tidak akan bisa bergerak cepat dan teradaptasikan jika tidak memiliki jaringan yang cukup,” papar mantan aktivitis mahasiswa ini.

Mahasiwa, kata Yogyo, harus membuka benteng diri, menjajal banyak hal, dan terhubung dengan lingkungan yang luas tanpa sekat-sekat apapun. Ditegaskan dia, kampus memang penting. Tetapi yang menghidupi mahasiwa kelak bukanlah kampus, tapi jaringan dan pergaulan. Jaringan akan memasok informasi, dan pada akhirnya, meningkatkan komunikasi dan kemampuan negosiasi. Dalam pergaulan lintas ilmu dan profesi, kemampuan berkomunikasi dan negosiasi pada akhirnya memegang peran vital.

Tak kalah penting adalah harus peka terhadap peluang. Jika mahasiswa memiliki jaringan, maka peluang akan muncul dengan sendirinya. Berani menerima tantangan, menciptakan peluang dan atau bersama-sama membentuk komunitas baru yang dapat diakselerasikan untuk penciptakan dunia dan atau lini ekonomi baru.

“Bahasa kerennya, mahasiswa harus punya visi, understanding di bidang ilmu, clarity (fokus), agility (ketangkasan dan keuletan) dalam melihat perkembangan dunia saat ini, dan keberanian untuk bertindak dan merebut kesempatan,” tandas alumnus Fakultas Sastra Undip itu. (*/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jateng Dominasi Timnas Motocross ke Kejuaraan Dunia

SEMARANG - Lima kroser Jateng terpilih mewakili tim Indonesia  dalam kejuaraan dunia Motocross MX GP yang akan berlangsung di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 4-5...

Kalung Batik Go International

ITA Yulicha sedang mendisplai kalung batik di worshopnya di Jalan Pergiwati 1, Kota Semarang, kemarin. Kerajinan kalung batik dari bahan Perca ini saat ini...

Wakafkan Lahan untuk Kantor Koramil

BATANG - Pesantren dan TNI merupakan satu kesatuan. Bahkan dalam sejarah zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia, banyak panglima perang dulu berasal dari pesantren. Hal tersebut...

Rute Jalur Angkot Akan Diubah

SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan perubahan rute jalur angkutan kota (angkot) di Kota Semarang. Perubahan rute angkot tersebut akan diberlakukan seiring...

Biaya Produksi Tinggi, Kalah dengan Produk Impor

RADARSEMARANG.COM - Momen Imlek tidak membuat pengrajin yongsua atau dupa di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, bergairah. Sebaliknya, kondisi ekonomi pengrajin makin menyusut dan cenderung...

Bertahan di Harga Lama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Meski harga sebagian material bangunan mulai meningkat, sejumlah pengembang masih bertahan dengan harga lama. Sebagian masih melihat perkembangan, baik harga tanah...