11 Karya Kreatif OPD Masuk Final

  • Bagikan
KREATIF: Salah satu peserta mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri (PUPUT PUSITASARI/RADAR KEDU).
KREATIF: Salah satu peserta mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri (PUPUT PUSITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG – Sekitar 53  karya dikirim untuk mengikuti Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tahun 2017. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang Arif Barata Sakti menyebutkan, karya itu terdiri dari 26 kategori tata kelola pemerintahan, 22 pelayanan publik, dan 5 urusan lain.

Setelah melalui seleksi kelengkapan administrasi, ada 21 karya yang masuk babak selanjutnya. Kemudian lewat seleksi substansi, ada 11 karya yang masuk babak final. “Kriteria yang lolos tahap ini terdiri dari orisinalitas, penerapan di masyarakat, manfaat dan keberlanjutan karya,” kata Arif, Selasa (19/9).

Karya-karya tersebut berasal dari 8 instansi. Yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Kemudian Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kecamatan Magelang Utara, RSUD Tidar, dan Taman Kyai Langgeng (TKL).

Lalu, karya terpilih itu wajib mengikuti seleksi presentasi di hadapan 5 juri. Terdiri dari Andjar Prasetyo dari Balitbang Kota Magelang, Prof Saratri Wilonoyudho (Universitas Negeri Semarang), Teguh Narutomo (Kementerian Dalam Negeri RI), Sri Tjahjani Prasetyowati (Kabag Organisasi Setda Kota Magelang), dan Prof Bambang Kuncoro (Universitas Tidar Magelang).

Arif mengatakan, lomba yang dikhususkan bagi OPD dan BUMD ini pertama kali diadakan. Krenova yang digagas untuk instansi pelat merah ini bertujuan untuk menjaring kreativitas dan inovasi dari masing-masing OPD dan BUMD. “Kami berharap, ajang ini bisa memotivasi peserta untuk meningkatkan inovasi dan kreasinya, dan bagi OPD yang belum mengirimkan peserta, tahun depan bisa ikut,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu juri Prof Saratri Wilonoyudho memberikan apresiasi terhadap karya-karya yang masuk. Melalui lomba ini, ia yakin karya-karya OPD dan BUMD tersebut dapat berdampak luas pada pelayanan masyarakat. “Saya harap, lomba seperti ini bisa ditularkan ke daerah lain,” tandasnya. (put/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *