33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pengantin Wanita takut sakit?

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Tanya dr Andi:

Saya sudah menikah 7 bulan ini, tapi suami belum berhasil penetrasi ke dalam organ intim saya. Rasanya takut  takut dan tegang, rasanya seperti trauma. Suami juga ereksinya kurang. Usia saya 25 tahun, suami 31 tahun. Kami ingin cepat punya momongan juga dok. Mohon diberikan tips dan sarannya dok. Terimakasih dr Andi.

(G di Smg)

Jawab dr Andi:

Dari ceritanya,  istri mengalami vaginismus, yaitu suatu disfungsi seksual pada wanita, yang berupa kekejangan abnormal otot vagina sepertiga bagian luar dan sekitar vagina. Ini menyulitkan penetrasi awal, sehingga sulit melakukan hubungan intim. Selanjutnya, ini bisa berlarut-larut, dalam beberapa bulan/ tahun pun belum berhasil menembus selaput dara. Istri mengalami reaksi fisik dan psikis sebagai bentuk penolakan, terhadap hubungan seksual, bahkan terhadap sentuhan atau usaha rangsangan di area vital (vagina), yang mengakibatkan sulit berhubungan intim. Istri secara refleks merapatkan kedua tungkainya bila terjadi sentuhan pada area intim, sehingga menimbulkan penghalang bagi suami untuk penetrasi. Sekitar 2-3 persen wanita dewasa mengalami vaginismus. Mulai dari usia ketika seorang wanita sudah aktif secara seksual, sampai wanita yang sudah berusia lanjut.

Penyebab vaginismus: a. Gangguan selaput dara, termasuk apabila adanya tarikan saat penetrasi berlangsung. b. Infeksi yang menimbulkan luka disekitar lubang vagina atau labia. c. Pernah mengalami traumatik secara seksual, seperti pemerkosaan, dimana jika trauma itu masih dirasakan hingga masa menikah, maka hal itu merupakan vaginismus sekunder. d. Adanya bekas robekan pada saat melahirkan yang tidak sembuh secara sempurna, sehingga menimbulkan reaksi penolakan sebagi bentuk beban fisik dan psikis. e. Momen bercinta yang kerap menimbulkan rasa nyeri bisa jadi menyebabkantrauma psikis, sehingga rasa trauma itu bisa menjadi vaginismus. f. Takut hamil.

Solusi:

  1. Hindari trauma pada hubungan seksual pertama kali. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman dan pengetahuan seputar aktivitas seks sebelum menikah, baik pada wanita maupun pria. 2. Pendidikan seks sangat perlu bagi pasangan suami istri. Maka dari itu, carilah informasi sebanyak-banyak seputar apa-apa saja yang bisa meningkatkan dan menghambat kehidupan seksual Anda dan pasangan. 3. Sesudah melahirkan, pastikan luka akibat melahirkan sembuh dengan baik dan sempurna. 4. Jangan lupa, lakukan komunikasi yang baik dengan pasangan. 5. Jagalah kesehatan organ intim dan setialah dengan pasangan, supaya tidak tertular atau terinfeksi penyakit menular seksual. (www.dokterAndi.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Usia Muda pun Rentan Terkena Penyakit Diabetes

Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit berbahaya yang sering tidak dihiraukan oleh sebagian masyarakat. Padahal penyakit yang bisa diderita seumur hidup ini sekarang menjadi penyakit...

Praktik Judi Togel Masih Marak

UNGARAN – Praktik perjudian togel masih dilakukan secara masif di Kabupaten Semarang. Terbukti setelah pihak Polres Semarang mengamankan salah satu pengecer judi togel Singapura,...

MAN Salatiga Bantu Rohingya

SALATIGA - Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga menyerahkan sumbangan donasi kemanusiaan untuk etnis Rohingya melalui Lembaga Amil Zakat Al ihsan Jawa Tengah...

Posisi Arogansi Bisa dari Golongan Profesi 

Oleh: Dahlan Iskan  Inilah pelajaran dari Asia Sentinel. Untuk profesi wartawan. Atau profesi apa pun. Asia Sentinel tidak malu. Untuk minta maaf. Pada ‘korban’ tulisannya. Kali...

Trend Bisnis Distruptif : Peluang atau Ancaman Pajak?

RADARSEMARANG.COM - Tren bisnis distruptif (distruptive business trend) jika diterjemahkan dalam bahasa bebas menjadi tren bisnis pengganggu, dimana adanya inovasi dalam bisnis mampu mengubah...

Tenaga Ahli Jerman Transfer Ilmu ke Sekolah Vokasi Undip

SEMARANG - Tenaga Ahli Jerman yang tergabung dalam Senior Experten Service (SES) berbagi ilmu mengenai sistem pendidikan vokasi di Jerman secara umum kepada sekolah...