32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Jangan Bosan Menjadi Peserta Lomba

KENDAL – Aktif mengikuti lomba  baik akademik maupun non akademik dapat memicu semangat para murid termasuk guru untuk memaksimalkan potensi.

“Dengan aktifnya mengukuti lomba bisa saling neningkatkan prestasi dan memupuk mental anak. Karena semangat belajar akan terus maksimal. Jadi jangan pernah bosan menjadi peserta lomba,” ungkap Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cepiring, Darsiyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Banyak cara yang dilakukan para guru untuk dapat membawa muridnya meraih prestasi. Hal ini harus diawali terlebih dahulu dengan kepribadian guru pendidik itu sendiri. Sebab, menjadi seorang guru tidak mudah, harus benar-benar memiliki rasa senang dalam mengajar.

“Harus senang dulu, kalau sudah senang otomatis bisa semangat. Jadi bisa termotivasi untuk terus menjadi lebih baik. Kalau awalnya terpaksa, nanti justru hasilnya tidak maksimal,” tegasnya.

Darsiyanto bercerita, sebelum menjadi Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cepiring, selama 20 tahun, ia menjadi pamong belajar yang menangani pendidikan kesetaraan kejar paket A, B dan C.

“Itu lebih sulit menangani pendidikan di sekolah. Alasanya mereka anak yang sudah tidak mungkin belajar di sekolah formal karena faktor ekonomi maupun geografis. Jadi di situ banyak anak yang kurang memiliki semangat belajar,” katanya.

Tugas yang dijalankan ini, Darsiyanto harus mencari murid untuk diberikan bekal ilmu pendidikan. Laki-laki yang menjadi pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sejak tahun 1983 sampai 2002 ini harus mendatangi setiap rumah muridnya demi menjalankan tugasnya.

“Yang namanya di SKB, siswa itu tidak datang sendiri. Kita harus mencari dan membentuk kelompok untuk belajar. Istilahnya identifikasi kebutuhan belajar,” terangnya.

Laki-laki yang tinggal di Desa Cepiring kecamatan Cepiring Kendal ini juga mendorong kepada guru untuk bisa menjadi tauladan bagi murid. Selain itu, bagi guru bersertifikasi jangan bosan belajar dan jangan kalah dengan tenaga honorer.

“Harus bisa menjadi tauladan. Jangan bosan meski mendapat tugas di tempat jauh. Makanya jadi guru harus senang dulu. Kalaupun dekat dengan rumah kalau tidak senang ya tidak maksimal. Kalau senang lama-lama semakin profesilnonal,” pungkasnya. (mha/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here