33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Tergolek Sakit di Ranjang, Dikunjungi Staf Presiden

Sri Sukanti, Mantan Jugun Ianfu di Salatiga yang Hidupnya Mengenaskan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Ny Sri Sukanti, 81, mendadak mencuri perhatian warga Salatiga. Lansia itu rumahnya dikunjungi pejabat Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yakni Imam Prasodjo dan Jaleswari Pramodharwardani, tiga hari lalu. Belakangan diketahui jika yang bersangkutan adalah mantan jugun ianfu termuda di zaman penjajahan Jepang.

DHINAR SASONGKO, Salatiga

KONDISI Sri Sukanti sangat memprihatinkan. Ia terbaring lemah di ranjang tidur di rumah sederhana miliknya di Kelurahan Gendongan RT 3 RW 2, tepatnya di belakang kantor Kejaksaan Salatiga. Selepas mengikuti seminar “Mengarus-utamaan Nilai-Nilai Kebangsaan di Kalangan Generasi Muda” di Kampus IAIN Salatiga, Imam Prasodjo dan rekannya Jaleswari Pramodharwardani dari KSP mendatangi rumah Sri Sukanti.

DOK Kantor Staf Kepresidenan
DOK Kantor Staf Kepresidenan

Sosiolog Imam Prasodjo menggambarkan rumah Mbah Sri yang tampak begitu sempit, kumuh, penuh dengan barang berdebu tak terawat. Meja dan kursi tua memenuhi ruangan menyulitkan langkah siapapun yang akan masuk ruangan rumah.

Menurut keterangan Sidik Tonis, Sri Sukanti lahir di Desa Gundih, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Semasa kecil, ia sudah harus menahan derita menjadi korban pemuas seks (jugun ianfu) tentara Jepang. Hingga usai kemerdekaan, ia masih juga menderita karena kemiskinan hingga masa tuanya.

Kini, di usia senjanya, ia selalu didampingi oleh Sidik Tonis yang sudah enam bulan merawat Mbah Sri. Selama ini, keduanya tidak memiliki penghasilan tetap. Sidik hanya bekerja di proyek menjadi kuli bangunan. Jika tidak ada proyek, ia pun bekerja serabutan. Hingga akhirnya Sidik berhenti bekerja karena mbah Sri hanya tergolek lemah di ranjang rumahnya.

Hingga kemudian dari KSP datang dan berhasil meminta mbah Sri untuk dirawat di RSUD Kota Selatiga karena kondisinya yang sakit. Di ruang isolasi gedung Flamboyan lantai 3, Sidik terus menunggu perawatan. “Selama ini sebelum di RSUD, kami hanya nunggu bantuan untuk makan. Itu pun jika ada yang memberi. Ataupun jika ada yang memberikan pekerjaan serabutan,” terang Sidik.

Ia menceritakan, saat Sri Sukanti masih muda, diambil paksa dari keluarganya oleh tentara Jepang. Kemudian ia dimasukkan ke asrama dan menjadi pemuas nafsu mereka. “Jepang itu jahat dan merusak perempuan, khususnya yang di bawah umur. Mereka melalui antek – anteknya memaksa dan menolak sama dengan mati,” papar Sidik.

Hingga akhirnya, Jepang kalah pada tahun 1945, para jugun ianfu yang disekap di asrama bisa melarikan diri. Termasuk Sri Sukanti yang lari ke Salatiga dan akhirnya bertemu dengan Sidik.

Imam Prasodjo usai mengunjungi Sri Sukanti memaparkan dalam akun jejaring sosialnya, jika Mbah Sri selalu menyebut jika di antara tujuh saudara sekandung perempuan dan empat saudara laki-laki, dialah yang paling nakal. Kata-kata itu diucapkan berulang-ulang diperkirakan sebagai dampak psikologis derita itu? Pasalnya banyak penelitian yang menemukan bahwa perempuan korban pemerkosaan sering cenderung menyalahkan dirinya sendiri daripada menyalahkan pihak pemerkosa.(*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Basement Pasar Bulu Rawan Curanmor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masyarakat harus waspada dalam memarkir kendaraan. Sebab, pelaku pencurian terus bergentayangan mencari sasaran, termasuk di lingkungan Pasar Bulu Semarang Selatan. Di lokasi ini, telah...

Pelatih Penentu Kualitas Atlet

SEMARANG - Posisi pelatih memiliki peran sentral dalam peningkatan kualitas atlet. Dia berstatus sebagai pemborong, yang dalam latihan punya peran memperhatikan makan atlet, melatih...

Pernah Bangkrut dan Menderita Sakit Aneh

RADARSEMARANG.COM - Perjalanan hidup H Herry Darman SH penuh liku. Pimpinan Legal Consultant - Law Office Herry Darman & Patners ini pernah terpuruk dan diambang kebangkrutan. Namun...

Belum Diganti Rugi, 16 Tempat Ibadah Dibongkar

BATANG-Setidaknya ada 16 titik tempat ibadah di Kabupaten Batang yang harus dibongkar akibat dilewati Tol Trans Jawa. Namun, masjid, musala dan madrasah, dengan status...

Bayar PBB Bisa di Kantor Pos Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2) yang sebelumnya ditarik oleh perangkat desa, kini bisa dilakukan di Kantor Pos setempat. Ini...

Tahun Ini Kembali Kucurkan Rp 350 M

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Program kredit bunga rendah tanpa agunan, Mitra Jateng 25 yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disambut antusias masyarakat. Nasabah Kredit Mitra...