33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Proyek SORR Jalan di Tempat

Dewan Desak segera Dibangun

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) atau Jalan Lingkar Luar Semarang kembali disorot. Pasalnya, proyek yang sudah dicanangkan sejak 2010 silam ini hingga sekarang belum ada progres berarti alias jalan di tempat.  DPRD Kota Semarang mendesak agar rencana pembangunan SORR segera dikerjakan. Sebab, kebutuhan jalan untuk memecah keramaian lalu lintas di Kota Semarang sudah sangat mendesak.

“Jalur lingkar luar utara dan selatan harus segera direalisasikan. Terutama untuk jalan utama kendaraan-kendaraan berat yang melintas di Kota Semarang,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/9).

Saat ini, kondisi lalu-lintas di Kota Semarang semakin padat. Kendaraan berat yang melintas masih bercampur dengan kendaraan pribadi di jalur protokol. “Kalau sudah ada jalur SORR, harapannya kecelakaan truk kontainer seperti di Jalan Arteri Yos Sudarso beberapa hari lalu tidak terulang lagi. SORR harus segera direalisasikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Suharsono, jalan lingkar luar utara dan selatan untuk memecah keramaian, sehingga bisa mengurai kemacetan. Masyarakat juga aman dan nyaman karena keselamatan berlalu lintas lebih diperhatikan.

“SORR ini diharapkan juga bisa meningkatkan percepatan ekonomi. Karena Jalan Arteri Semarang akan langsung terhubung Arteri Kendal. Begitu pun Jalan Arteri Semarang terhubung Demak dan Ungaran,” katanya.

Tentunya, hal ini bisa memercepat investasi di Kota Semarang. “Berdasarkan hasil koordinasi Komisi C dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, 2017 ini pembebasan lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar ini sudah disiapkan. Bahkan tahun ini beberapa lahan sudah dibebaskan,” ujarnya.

Sekretaris Bappeda Kota Semarang, M Farchan, sebelumnya mengatakan, Semarang Outer Ring Road memiliki total panjang 62,547 kilometer. Pembangunan jalan ini direncanakan menjadi jalur alternatif untuk memecah arus lalu-lintas  agar Kota Semarang terbebas dari kemacetan.

“Ruas jalan SORR ini merupakan jalur lingkar luar yang menyisir pinggiran Kota Semarang. Untuk wilayah utara, mulai pantai dari kawasan pantai Kabupaten Kendal, kawasan Tugu, kawasan pelabuhan, kawasan Genuk sampai Kawasan Pantai Kabupaten Demak. Sedangkan di wilayah selatan, mulai Mangkang, Mijen, Cangkiran, Gunungpati, hingga Ungaran. Selanjutnya Tembalang, Pedurungan hingga Genuk,” bebernya.

Pembangunan SORR mulai dari Mangkang-Mijen memiliki panjang 10 km. Diperkirakan akan ada 400 bidang tanah, berupa bangunan dan juga lahan kosong yang akan terkena dampak. Selain melakukan invetarisasi pembebasan lahan untuk wilayah Mangkang-Mijen, pihaknya mengaku juga mempersiapkan untuk tahap 2, yakni Mangkang – Arteri Yos Soedarso sepanjang kurang lebih 7 km. Pendataan awal, konsultasi publik, penetapan lokasi, telah dipersiapkan oleh tim persiapan. “Kalau itu sudah selesai, nanti akan ada tim pelaksanaan,” ujarnya.

Sedangkan untuk lanjutan jalur lingkar Cangkiran – Ungaran, Genuk-Meteseh dan Meteseh – Pudakpayung, saat ini masih dalam proses penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap). “Diperkirakan akhir tahun ini selesai, dan selanjutnya menyusul untuk proses pembebasan lahan,” katanya. (amu/aro) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Produktif di Usia Muda

DI usianya yang baru menginjak 21 tahun, Hanny Nurmalita Anggadewi  sudah banyak mendapatkan pengalaman melalui kegiatan-kegiatannya di luar kampus. Salah satunya, Hanny –sapaan akrabnya--terpilih...

Ribuan Warga Tumplek Blek di Festival Ngangklang

KENDAL—Ribuan warga Kaliwungu dan sekitarnya, tumplek-blek di Alun-Alun Kaliwungu. Mereka berduyun-duyun untuk menyaksikan beragam lomba di Festival Ngangklang. Sedangkan Ngangkalng atau klotekan adalah tradisi membangunkan...

Skenario Baru Bagi Implementasi Asesmen Kinerja pada Pembelajaran

ASESMEN kineja direkomendasikan oleh para ahli sebagai penilaian otentik pada setiap pembelajaran Bahasa Jawa. Besaran dalam penilaian kemampuan tersebut belum dimanfaatkan oleh guru. Banyaknya...

Surat Suara Sudah Siap

SALATIGA - Surat suara yang akan digunakan untuk Pilwalkot Salatiga sudah siap. Dari hasil pengecekan langsung ke percetakan yang dilakukan KPU dan Panwaslu, semuanya...

Kuota Kurang, Digelar PPDB Tahap II

SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap II. Pasalnya, kuota peserta didik baru...

Germas Harus Dimulai dari Lingkup Keluarga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pada zaman Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik yaitu penyakit jantung koroner, stroke,  kanker, gagal...