33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Penerapan Tilang CCTV Tunggu Infrasruktur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG-Penerapan tilang CCTV di wilayah hukum Polres Batang masih menunggu kelengkapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Jadi belum akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.

“Proses tilang CCTV masih butuh waktu lama di Batang, karena menunggu kelengkapan alat. Yakni pemasangan CCTV yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan,” kata Kasatlantas Polres Batang, AKP M Adiel Aristo saat launching program Si Restu, Jumat (22/9) kemarin.

Saat ini, kata Kasatlantas, baru terpasang dua CCTV di wilayahnya, yaitu di sekitar Alun-Alun Batang dan Alun-Alun Limpung. Sedangkan pihak Dinas Perhubungan masih melakukan survei lokasi yang tepat untuk memasang CCTV. Tentunya akan dipilih lokasi yang rawan kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Batang, khususnya wilayah jalur pantura.

Kendati begitu, kata Kasatlantas, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Batang, pihaknya resmi meluncurkan aplikasi Si Restu (Sistem Reaksi Cepat Terpadu). Dengan aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui, melaporkan dan meminta bantuan pada saat keadaan kegawatdaruratan atau emergency.

“Aplikasi Si Restu yang berbasis teknologi, bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat Batang, lebih luas lagi untuk warga Jawa Tengah bahkan Indonesia,” katanya.

Aplikasi Si Restu, imbuhnya, baru Kabupaten Batang yang meluncurkan. Dengan komposisi sembilan fitur yang dapat diakses dari handphone, smartphone dan gadget lainnya. Di antaranya, berupa fitur Informasi Kecelakaan berkaitan dengan laporan kecelakaan lalu lintas. Fitur Kemacetan berisi kondisi terkini arus lalu lintas. “Fitur ini dinilai penting karena Pantura Batang merupakan kabupaten yang memiliki jalan terpanjang dengan jarak 54,5 km di pesisir utara Jawa Tengah,” katanya.

Kemudian fitur Kejahatan untuk melaporkan tindak kejahatan. Fitur Medis berfungsi jika dibutuhkan petugas medis ke lokasi kejadian. Fitur Donor Darah berupa Informasi terkait stok darah ketika dibutuhkan. Fitur Bengkel berisi informasi lokasi bengkel. Fitur Bencana Alam untuk melaporkan kejadian bencana. Fitur Kebakaran digunakan untuk melaporkan kejadian kebakaran.

Terakhir fitur Layanan Pengaduan lain. Dengan layanan ini, masyarakat dapat mengadukan mengenai lalu lintas. Bahkan, fitur ini dapat digunakan untuk warganet yang ingin mengetahui sejauh mana penanganan lakalantas di Kabupaten Batang secara transparan.

“Harapannya dengan aplikasi Si Restu dapat memberikan kontribusi positif dan luar biasa bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh informasi-informasi dalam satu genggaman smartphone. Saya ingin masyarakat Batang segera mengunduh aplikasi Si Restu di smartphone masing-masing agar manfaat aplikasi ini dapat benar-benar dirasakan,” terang Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun 45 Embung, Anggarkan Rp 90 M

SEMARANG – Pemprov Jateng terus memprioritaskan program 1000 embung secara bertahap. Tahun 2018, Pemprov berencana membangun 45 embung di Jateng. Setidaknya 15 daerah menjadi...

Data Statistik Diakses Real Time

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan aplikasi One Touch Statistik Jawa Tengah, kemarin. Kehadiran aplikasi ini diharapkan lebih mempermudah masyarakat...

Dokter Spesialis Tetap Jaga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama liburan Lebaran 2018, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dipastikan tetap melakukan pelayanan full selama 24 jam setiap harinya. Tidak ada kualitas...

Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun

RADARSEMARANG.COM-Tidak usah dibaca kalau tidak menarik. Inilah sensasi yang tidak pernah anda temukan di tempat lain. Pijat di tengah alun-alun. Adanya hanya di Karimunjawa. Malam...

Angkutan Travel Paling Banyak melanggar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 15 kendaraan angkutan barang dan penumpang terjaring razia angkutan umum yang digelar secara mendadak oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres...

Gudang Terbakar, 2 Orang Luka

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebuah kebakaran kemarin terjadi di Dukuh Pucang, RT 1 RW 8, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen. Api membakar gudang cat ukuran 5...