33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pemain Unggulan Melenggang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pemain unggulan PB Matahari Terbit Semarang, Muhammad Hidayat Abiyyi tundukkan lawannya tanpa kendala. Selama pertandingan Hidayat bermain tenang menghadapi Iyan Piyus Priyambudi dari PB Krisna Demak.

Game pertama Hidayat mampu meninggalkan Iyan dengan skor cukup jauh yakni 21-9. Hal sama terjadi di game ke dua. Seakan tak sabar menyudahi pertandingan, Hidayat menutup pertandingan dengan kemenangannya 21-7 atas PB Krisna Demak.

”Yang penting main tenang, dan semangat,” ujar Hidayat kepada Jawa Pos Radar Semarang usai bertanding dalam Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke-44 Kota Semarang, Jumat (22/9) di Gelora Prof Sudarto, kompleks kampus Universitas Semarang (USM).

Tahron, pelatih yang juga merupakan ayah Hidayat mengatakan bahwa pebulutangkis dari Matahari Terbit ini sudah mengetahui kapasitas pemain lawan. Sehingga, ia dapat mengatur ritme pertandingan dengan baik.

”Bukan meremehkan, tapi kita tahu kapasitas pemain lawan. Hidayat main dengan baik dan tenang, bahkan tanpa didampingi. Bermain secara mandiri, Hidayat mampu mengatasi lawan dengan baik,” ujar Tahron.

Sementara itu di kelompok bergengsi lainnya yaitu pemula putra utama, Mikael dipaksa bermain di rubber game setelah Maulana dari Atlantic mampu membalik kedudukan di game kedua.

Game pertama, Mikael mampu unggul 22-20. Smash dari Maulana mampu dikembalikan dengan baik hingga game pertama sukses ditaklukkannya. Permainan terhitung cukup alot di game awalan ini. Kejar mengejar skor tak dapat terhindari hingga berakhir dengan kemenangan Mikael dengan jarak skor yang tipis.

Kemudian game kedua Maulana seperti tidak mau tinggal diam. Ia memberikan bola-bola sulit yang membuat Mikael sedikit kelabakan. Game kedua menjadi milik Maulana dengan skor 21-16.

”Maulana mainnya ulet. Mungkin saya juga sudah kecapekan dan persiapan saya juga kurang panjang. Sehingga yang terakhir saya kalah lagi dengan skor 15-21 dari Maulana,” ujar Mikael.

Menanggapi kekalahan anak didiknya, Tomi, pelatih PB Sehat mengatakan bahwa Mikael sebenarnya sudah main dengan materi yang bagus. Hanya saja, di poin poin kritis, Mikael sering kehilangan kendali.

”Mungkin ini faktor mental. Spesialis single ini selalu error di poin kritis. Ini yang nantinya akan kami benahi lagi. Selain itu, dari Mikael yang masih perlu diperbaiki adalah powernya. Dia belum bisa memberikan tembakan yang kenceng,” kata Tomi.

Karena kekalahannya ini, Mikael harus rela memberikan tiket menuju ke babak delapan besar kepada Maulana dari PB Atlantic. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Koleksi Perkutut Unggulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ketua PBSI Kota Semarang, Doddy Kridasaksana, sebagai Kungmania (Sebutan penghobi burung perkutut, red) tidak sekadar asal memelihara burung perkutut. Namun memilih peranakan...

Ayo Jadi Guru Kreatif!

BANYAKNYA materi pelajaran yang harus dikuasai terkadang menimbulkan kejenuhan pada siswa. Semakin panjang waktu dihabiskan di sekolah semakin memicu  kebosanan mereka. Akibatnya, hasil belajar...

Masih Banyak Fasilitas Olahraga Tak Layak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Keolahragaan. Perda ini diharapkan mampu...

2 Pemain Persikama Terluka

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Dua pemain Persikama Kabupaten Magelang mengalami luka ringan saat bus yang mereka tumpangi dilempari sekelompok orang dengan batu di kawasan simpang...

Semakin Mantap Tekuni Modeling

RADARSEMARANG.COM - MENGGELUTI dunia modeling adalah hal baru bagi Juria Ayu Handini. Mahasiswi Statistika Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2014 itu baru menginjakkan kakinya di...

Antara Bali dan Jakarta

Oleh: Dahlan Iskan Siapa saja boleh minta dibonceng Presiden Jokowi. Dengan sepeda gunungnya. Di dalam bandara Ngurah Rai, Bali. Ada pemandangan baru di terminal keberangkatan domestik....