33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Ganjar Prihatin Buruknya Akses Wisata Telomoyo

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN–Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung soal buruknya akses menuju lokasi wisata Gunung Telomoyo. Padahal wisata serta lokasi take off gantolle di Gunung Telomoyo sangat berpotensi dan patut untuk dikembangkan. Karena itu, harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur menuju lokasi wisata tersebut.

“Kalau jalan bisa kita perbaiki. Mudah-mudahan tidak hanya untuk olah raga ini, namun untuk wisata-wisata yang lain,” kata Ganjar saat meninjau Telomoyo Cup Hang Gliding Competition 2017 di puncak Gunung Telomoyo, Kecamatan Getasan, Jumat (22/9) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengeluhkan akses jalan sepanjang 8 kilometer menuju puncak yang kondisinya rusak berat. Seperti diketahui, lahan area Gunung Telomoyo sebagian dimiliki oleh pihak Perhutani. Karenanya, untuk membenahi infrastruktur wisata tersebut harus ada bentuk kerjasama dengan pihak Perhutani. “Saya baru kali ini pertama naik, yang jelas sangat bagus potensinya,” katanya.

Terkait dengan perlombaan tersebut, Ganjar memastukan jika pihaknya memberikan dukungan penuh untuk keberlangsungan kompetisi gantolle tersebut. Pada kesempatan itu, selain menyaksikan take off puluhan atlet gantolle dari puncak Gunung Telomoyo, Ganjar juga didaulat untuk melepas burung merpati di area papan take off. Ganjar didampingi perwakilan panitia Ersi Firman dan pengawas lomba dari Federasi Aeronautika Internasional (FAI), Tove Heaney.

Adapun titik finish dari gantolle tersebut yaitu di Pojoksari Kecamatan Ambarawa. Ganjar menyempatkan diri menemui beberapa atlet baik lokal maupun manca negara yang ikut dalam kompetisi tersebut.

Antara lain Ganjar berbincang dengan atlet asal Klaten yang membela Jawa Tengah, Isah Heriawan. Di depan Ganjar, Isah mengatakan kondisi fasilitas yang digunakan atlet ke depannya dapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Mumpung pengurusnya sudah solid dan tertata. Tetapi di sisi lain, harus diakui bila perhatian pemerintah masih kurang. Akhirnya, beberapa atlet tidak berangkat mengikuti Pra PON dan PON di Jawa Barat,” katanya.

Dikatakan Isah, saat ini pengurus gantolle Jawa Tengah masih mengupayakan perbaikan peralatan guna mengikuti kompetisi berikutnya. Peralatan yang sudah diperbaiki, menurutnya, masih sebatas yang digunakan atlet kelas pemula (floater).

“Untuk berkompetisi dengan provinsi lainnya masih sangat jauh. Kemampuan kami akan lebih mumpuni jika peralatan yang digunakan bagus dan kompetitif,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pupuk Jiwa Seni Siswa

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - SDIT Cahaya Insani Temanggung punya cara sendiri untuk meningkatkan kreativitas siswa-siswinya. Di awal tahun 2018 ini, sekolah yang berada di Jalan...

Foto Bareng Paslon, Guru Kena Tegur

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hingga kini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Magelang telah menerima dan mencatat 80 pelanggaran dalam gelaran Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018....

Tak Gampang, Butuh Riset dan Referensi

BUTUH riset untuk menciptakan beragam tarian. Sebagaimana yang dilakukan dosen seni dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Bintang Hanggoro Putro saat menciptakan Tari Denok pada...

KPUD Diminta Optimalkan Sosialisasi

SEMARANG - DPRD meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jateng maupuan kabupaten/kota bisa memaksimalkan waktu untuk sosialisais Pilkada dan Pilgub Jateng 2018. Salah satunya...

Dari Hobi Jadi Profesi

TUMBUH di keluarga yang suka musik, membuat Nike Aprilia Usready juga tertarik untuk mendalami musik, khususnya dalam bidang tarik suara. Sejak kecil, gadis yang...

259 Pebulutangkis Ambil Bagian

MAGELANG – Sebanyak 259 atlet dari 14 klub di Eks-Karesidenan Kedu ikut ambil bagian di ajang Djarum Foundation Kejuaraan Bupati Cup VII yang dilaksanakan...