31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Arak Boneka Sosok Pendiri Desa

WONOSOBO – Dusun Giyanti desa Kadipaten merupakan sebuah tempat yang turut diyakini sebagai tempat lahirnya Wonosobo. Hal itu disebutkan dalam silsilah kelahiran Giyanti, yang dibacakan tetua dusun setiap peringatan 1 Sura tiba. Sisi unik dari dari acara tahunan peringatan hari lahir dan nyadran pada Jumat Kliwon dengan menggelar kesenian yang meriah dilanjutkan sedekah tenongan.

Acara diawali dengan ziarah kubur ke makam pendiri desa serta mengarak dua boneka yang melambangkan sosok pendiri desa. Tahun ini, ritual budaya digelar seminggu penuh, 18-24 Sepetember, dengan tampilan utama lengger.

Sementara nama Giyanti sendiri berasal dari Perjanjian Giyanti yang diawali dengan perebutan kekuasaan di era Mataram yang menyebabkan pembagian kekuasaan pada Keraton Jogjakarta dan Surakarta. “Pada 1 Sura Jumat Kliwon 1758, Dusun Giyanti lahir, yang diawali dari ekspedisi utusan Hamengkubuwono I yang membagi empat divisi. Salah satunya menuju belantara yang kini dinamai Wonosobo dan membuka wilayah Giyanti,” tutur Arba Nurrohman, panitia sekaligus pegiat acara, merunut pada sejarah Giyanti.

Ada tak kurang dari 11 agenda sepanjang 7 hari berturut-turut. “Kegiatannya seputar upaya melestarikan seni dan budaya khas, serta memelihara kerukunan antar warga lintas agama yang ada di Giyanti. Kami mengadakan festival tari antar pelajar, serta festival kuda kepang untuk kelompok kesenian yang ada di Wonosobo,” jelasnya, Jumat (22/9). (cr2)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here